Zhue mengembus napas lega. Akhirnya majikan keras kepalanya itu luluh juga, meski harus menunggu hingga detik-detik paling kritis.Di sepanjang perjalanan, Freya tak berhenti meremas jemarinya sambil menghitung waktu tempuh mereka menuju bandara."Pak, bisa tolong lebih cepat lagi?" desak Freya pada supir taksi di depan."Maaf, Bu, ini sudah kecepatan maksimal. Saya takut kena tilang kalau melaju lebih kencang lagi," tolak sang supir.Mendengar penolakan itu, Freya hanya bisa membuang napas kasar. Andai saja ia yang memegang kemudi, ia tidak akan ragu menginjak pedal gas dalam-dalam tanpa peduli aturan lalu lintas.Melihat kegelisahan Freya, Zhue berusaha menenangkan, "Perjalanan menuju bandara memakan waktu sekitar lima belas menit di kecepatan normal, Bu. Kita masih punya sedikit waktu."Freya menoleh. Kali ini tatapannya menghunus penuh curiga. "Dari mana kamu tahu pria itu ada di bandara? Apa dugaanku benar ... kalau kamu mata-mata yang dikirim Diego Foster?"Zhue sempat m
Read more