"Ya, aku akan ikut suamiku pulang ke Atalia. Dan soal permasalahan kami ... aku anggap semuanya sudah selesai," jawab Freya tegas tanpa ada keraguan sedikit pun.Terdengar hembusan napas berat penuh kekecewaan dari ujung sambungan telepon. "Baiklah kalau begitu ... semoga kalian berdua selalu bahagia," ucap Jackie parau. "Terima kasih sudah mau menjadi temanku selama beberapa bulan terakhir ini, Freya."Belum sempat Freya membalas ucapan itu, Jackie sudah menutup sambungan secara sepihak.Tak lama kemudian, suara deheman halus terdengar dari samping.Diego menatap Freya lekat-lekat dengan sebelah alis terangkat naik. "Siapa pria itu, Baby?""Bukan siapa-siapa. Dia hanya teman yang selama ini menjaga dan membantu merawat kandunganku," jawab Freya tenang.Diego mengangguk pelan. Berusaha keras menekan gejolak cemburu yang membakar dada saat mengetahui ada pria lain yang pernah begitu peduli pada istrinya."Aku ingin kamu .... ""Hanya sebatas pertemanan, Paman, tidak lebih," poto
Read more