Share

183. Membelot

Author: Dita SY
last update publish date: 2026-08-10 19:20:44

​"Ayah?"

Freya, Diego, bahkan Yenzing terbelalak serentak menoleh ke arah Zhue yang baru saja menyebut Zhang dengan panggilan tersebut.

​Yenzing terperanjat hebat. Menatap Zhue dengan sebelah matanya yang bengkak dan terluka cukup parah akibat hantaman anak buah Zhang.

​Bukan hanya sebutan 'Ayah' yang membuat jantungnya serasa melompat keluar, tetapi juga wajah Zhue yang tampil tanpa riasan sedikit pun.

Paras cantiknya yang alami tampak begitu nyata, bahkan jauh lebih memikat dibanding yang per
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   336. Turun Langsung

    "Masih belum ada kabar tentang keberadaan Yenzing dan Zhue?" tanya Diego pada anak buahnya di ujung sambungan telepon.Tiada hari tanpa menanyakan perkembangan pencarian. Satu per satu anak buah yang diturunkan langsung ke lokasi, dihubungi oleh Diego."Belum Tuan. Tapi saya tidak tahu apa Ruth dan Yoss sudah mendapatkan informasi baru. Saya belum bertemu mereka.""Aku juga sedang menunggu. Sampai sekarang mereka belum memberikan informasi. Mungkin mereka masih menyelam di lautan.""Cuaca saat ini sangat buruk Tuan. Kemungkinan sinyal juga terganggu. Apalagi di tengah lautan yang ganas.""Ya, kamu benar. Lanjutkan saja pencarian. Aku tunggu kabar terbarunya.""Baik Tuan Diego."Setelah telepon diakhiri, Diego bangkit berdiri dari kursinya. "Aku tidak bisa tinggal diam seperti ini. Aku harus turun langsung."Ia berjalan keluar dari ruang kerjanya sambil mengamati sekitar. Takut Freya mengetahui kabar buruk tentang Zhue dan Yenzing.Sampai detik ini Diego belum memiliki nyali untuk memb

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   335. Belum Juga Ditemukan

    Amukan badai topan dahsyat yang menghantam perairan Samudera Atalia perlahan-lahan mulai mereda seiring bergesernya fajar pagi yang kelabu.Langit yang tadinya tertutup awan hitam pekat kini menyisakan sisa-sisa angin berembus dingin, membawa gelombang ombak kecil yang berdebur lembut di permukaan laut.​Di dermaga utama markas besar keluarga Foster, suasana tegang menyelimuti seluruh pasukan elit yang bersiap siaga.Tiga buah kapal cepat penyerang berteknologi tinggi bersandar rapi, siap diberangkatkan kembali di bawah komando langsung Yoss dan Ruth.​Yoss berdiri di anjungan kapal utama, memegang teropong dengan wajah tegang.Ia menatap ke arah lautan lepas yang kini tampak porak-poranda akibat badai semalam.Di sisinya, Ruth mengecek ulang perlengkapan komunikasi satelit yang baru saja pulih dari gangguan medan magnet badai.​"Bagaimana situasi di sektor delta tiga, Yoss?" tanya Ruth dengan suara berat, memecah keheningan pagi.​Yoss menurunkan teropong, menggeleng pelan. "Belum ad

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   334. Peluk Lebih Erat!

    'Seharusnya kita hidup bahagia. Setelah pernikahan impian kita, kenapa semua ini harus terjadi lagi?'Zhue tak kuasa menahan kesedihan. Membuat dadanya terasa semakin sesak."Zhue, bertahanlah." Yenzing memeluk istrinya erat di tengah dinginnya air laut."Aku ingin pulang bersamamu, Yenzing. Ayo kita kembali ke mansion."Pelukan erat itu seolah menjadi benteng pertahanan terakhir di antara hidup dan mati.Di tengah gelap gulita dasar laut Samudera Atalia yang dingin membeku, Yenzing dan Zhue menyatukan tubuh mereka erat-erat, menumpahkan segala rasa cinta, penyesalan, dan keputusasaan di balik sekat masker selam yang membatasi bibir mereka.​Sisa-sisa gelembung udara tipis mengepul perlahan dari regulator, naik ke permukaan air yang bergolak.Lampu senter bawah air milik para penyelam Yakuza menyapu karang-karang tajam dengan binar menyilaukan, hanya berjarak hitungan jengkal dari tempat mereka meringkuk.Suara deru baling-baling alat selam mini milik musuh berdengung samar di dalam a

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   333. Kehabisan Oksigen

    "Bos, sepertinya ada seorang wanita yang ikut di kapal ini." Seorang pria berpakaian serba hitam menunjuk ke arah pakaian dalam milik Zhue. "Hahahaha! Apa mereka pengantin baru? Berani sekali mereka mengirim sinyal darurat ke daratan! Cari mati mereka!""Cepat cari sampai ketemu! Terutama kapten kapal yang melarikan diri!""Baik Bos.""Jangan hanya mencari di kapal bodoh! Cari juga di laut!""Baik Bos!"Byur! Para Yakuza ikut menyelam di tengah lautan."Yenzing .... " Zhue terus mengikuti arah suaminya pergi.Dinginnya air laut Samudera Atalia langsung meresap pori-pori.Di bawah kegelapan malam yang pekat, mereka berenang secepat kilat menjauhi lambung kapal pesiar, menyelam sedalam mungkin di balik gugusan karang bawah air untuk menyembunyikan jejak."Ke sini." Yenzing memberi isyarat.​Dari atas geladak, suara letusan senjata otomatis masih terdengar meredam di dalam air.Tak berselang lama, sebuah ledakan dahsyat mengguncang permukaan laut.​DARRR!​Kobaran api raksasa melahap h

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   332. Menyelam di Tengah Lautan

    BUM!Suara hantaman peluru kaliber besar kembali menghujam dinding baja kabin dengan suara berdengung nyaring.Guncangan keras akibat rentetan tembakan dari kapal kargo Yakuza membuat perabot di dalam kamar suite mewah itu bergeser kasar.​Zhue, yang tadinya terlelap dalam rasa lelah dan kantuk yang teramat sangat, seketika membuka mata.Jantungnya berdegup kencang seolah mau copot dari rongga dada.​"Ada apa ini, Yenzing? Siapa yang bermain petasan malam-malam begini? Menggangu orang tidur saja!" teriak Zhue.​Yenzing tidak membuang waktu. Pria itu menyambar pakaian Zhue yang berserakan di atas lantai.​"Zhue, dengarkan aku! Cepat bangun dan ganti pakaianmu! Kita harus pergi dari sini sekarang juga!" perintah Yenzing dengan nada mendesak, keringat dingin membasahi pelipisnya.​Zhue menggeleng kuat-kuat, matanya masih tampak sepet dan berair karena kurang tidur.Ia menarik selimut kembali, mengira suaminya sedang mengigau atau mengerjainya di tengah malam."Yenzing, please, jangan ber

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   331. Kapal Penyusup

    "Aku ingin menikmati angin segar. Apa kamu mau ikut?" bisik Yenzing di telinga istrinya. "Perjalanan masih cukup panjang. Kemungkinan besok siang kita sampai ke kampung halaman kedua orang tuaku."Zhue yang kelelahan setelah melayani Yenzing beberapa ronde, tampak kesulitan membuka matanya."Aku lelah. Kamu saja sendiri ya. Aku ingin tidur!" Zhue menarik selimut, menutupi seluruh tubuh polosnya."Oke, aku keluar. Beristirahatlah, Sayang.""Hmm. Hati-hati. Jangan terlalu lama di luar, nanti kamu sakit.""Iya."Cup!Sebuah kecupan hangat dan mesra mendarat di pipi Zhue.Yenzing turun dari ranjang, memakai pakaian satu per satu dan keluar dari kamar.Sebelum menikmati udara malam yang dingin, ia membuat secangkir kopi hitam.Yenzing berdiri santai di geladak depan kapal. Angin laut Atalia yang bertiup kencang menerpa wajahnya.Pemandangan samudera biru luas membentang di sekeliling, menciptakan ketenangan yang begitu didambakan setelah berbulan-bulan dihantui teror maut.​Namun, ketenang

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   5. Haruskah?

    Freya terhenyak kaget, langkahnya tertahan di depan pintu klinik saat melihat sebuah mobil mewah sudah terparkir manis di tengah parkiran.Dua orang pria bertubuh tegap dengan setelan formal tampak berdiri tegak, lalu dengan gerakan serempak melangkah menghampiri Dokter Cantik itu.​"Nona, kami dat

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   4. Awal Dari Kehancuran

    Dengan langkah gontai yang tak lagi mampu menahan bobot tubuh, Dani ke luar dari ruang kerja Diego.Saat ia mendongak menatap ke depan, sekilas ia menangkap bayangan seorang wanita yang sangat ia kenal sedang melangkah masuk ke dalam lift.​"Nadia?" gumamnya tak percaya.​Mencurigai ada sesuatu yan

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   3. Menerima

    "Waktumu sudah habis, kamu harus memberi jawaban sekarang!"​Freya tersentak, kedua alisnya terangkat saat mendengar desakan Diego. Ini adalah pilihan paling sulit dalam hidupnya.Apakah ia benar-benar harus merelakan dirinya menjadi boneka Diego demi sebuah pembalasan dendam?​Namun, Freya sadar s

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   6. Paman yang Mengerikan

    "Tuan Diego sudah menunggu Anda, Nona." Kalimat itu bagai sambaran petir yang mengejutkan Freya. Entah sudah berapa lama ia berdiri mematung, menatap sosok pria yang berdiri di dekat kolam renang.Freya menelan ludah, mengangguk pelan lalu mengangkat kaki yang terasa seberat besi baja menuju tempat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status