Partager

183. Membelot

Auteur: Dita SY
last update Date de publication: 2026-08-10 19:20:44

​"Ayah?"

Freya, Diego, bahkan Yenzing terbelalak serentak menoleh ke arah Zhue yang baru saja menyebut Zhang dengan panggilan tersebut.

​Yenzing terperanjat hebat. Menatap Zhue dengan sebelah matanya yang bengkak dan terluka cukup parah akibat hantaman anak buah Zhang.

​Bukan hanya sebutan 'Ayah' yang membuat jantungnya serasa melompat keluar, tetapi juga wajah Zhue yang tampil tanpa riasan sedikit pun.

Paras cantiknya yang alami tampak begitu nyata, bahkan jauh lebih memikat dibanding yang per
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   188. Ketegangan di Ruang ICU

    ​Diego dan Freya melangkah masuk ke dalam ruang ICU dengan pakaian steril berwarna hijau.Di tengah ruangan, Dokter Lee bersama tim resusitasi neonatal sedang berpacu melawan detik-detik kematian.​Suara alarm dari monitor vital sign berbunyi melengking tanpa henti, memancarkan garis merah mendatar yang menandakan asystole_jantung kecil Dante sempat berhenti berdenyut.​"Suntikkan Metilprednisolon lima puluh miligram IV sekarang juga untuk mematikan reaksi TRALI!" perintah Dokter Lee lantang.Dengan gerakan jari yang gesit ia melakukan resusitasi jantung paru (RJP) bayi hanya menggunakan dua jari di dada mungil Dante. "Lakukan intubasi endotrakeal cepat! Pasang pipa jalur napas nomor dua koma lima!"​"Saturasi nol! Detak jantung tidak terdeteksi, Dokter!" Perawat senior berteriak dengan peluh membanjiri dahi.​"Atur PEEP ventilator ke delapan sentimeter air! Dorong cairan dari alveolusnya!" timpal Dokter Lee tanpa menghentikan kompresi dadanya.Suasana ruangan begitu tegang, mencekam,

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   187. Dibawa Kabur

    ​"Apa yang terjadi di luar sana?"​Kecanggungan di dalam ruang perawatan seketika pecah saat Zhue mendengar suara langkah kaki yang berderap cepat di koridor rumah sakit.Suara teriakan panik dan roda brankar yang beradu dengan lantai marmer terdengar begitu gaduh, seolah-olah nyawa seseorang sedang berada di ujung tanduk.​Yenzing, yang tengah berbaring, tersentak. Matanya yang bengkak menatap pintu dengan cemas."Jangan-jangan ... Tuan Muda Dante ....!"​Tanpa memedulikan rasa sakit yang menghujam kepalanya dan bekas luka operasi yang masih basah, Yenzing dengan kasar menarik selang infus di punggung tangan.Tetesan darah segar merembes keluar membasahi perban putih, lalu ia bergegas turun dari ranjang dengan kaki yang gemetar hebat.​"Yenzing, hentikan!" Zhue terkejut, matanya membelalak. Melompat dari kursinya dan mencengkeram lengan Yenzing erat. "Kamu belum pulih! Dokter bilang kamu harus istirahat total, atau lukamu bisa terbuka lagi!"​Yenzing menoleh, menatap Zhue dengan sor

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   186. Komplikasi

    ​Di dalam ruang ICU yang dingin, pertempuran sengit melawan kematian sedang berlangsung.Suara nyaring dari monitor vital sign berbunyi cepat dan tidak teratur, memecah ketegangan yang membekukan udara.Tim medis bergerak cepat di sekitar bangsal kecil tempat Bayi Dante terbaring lemah dengan berbagai selang menempel di tubuhnya.​Kantong darah milik Diego baru saja habis ditransfusikan. Namun, bukannya menunjukkan respons positif, grafik pada monitor justru melonjak liar sebelum mendadak merosot tajam.​"Dokter! Saturasi oksigen melorot ke lima puluh persen! Detak jantung bradikardia, turun drastis ke empat puluh kali per menit!" seru perawat senior dengan nada panik sambil menunjuk layar monitor.​Dokter penanggung jawab langsung merapatkan tubuh ke bangsal, memasang stetoskop dengan jemari gemetar."Gawat! Terjadi reaksi komplikasi transfusi berat! Kemungkinan besar TRALI (Transfusion-Related Acute Lung Injury) yang memicu Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS)! Paru-parunya te

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   185. Sebuah Pengakuan

    ​Di ruangan lain rumah sakit yang terpisah jauh dari ketegangan ruang ICU, Yenzing terbaring lemas di atas bangsal perawatan.Bau antiseptik yang tajam menusuk indra penciumannya saat rasa kebas akibat obat bius perlahan memudar."Argh!" Seluruh tubuh Yenzing terasa remuk. Pipi dan sudut matanya yang membengkak kini terbungkus perban putih yang rapat.​Namun, rasa nyeri fisik yang menjalar di sekujur wajah tidak sebanding dengan kekacauan yang menghantam batinnya saat ini.Setelah kesadarannya pulih, bayangan kejadian di landasan udara kembali berputar seperti kaset rusak di dalam ingatan.'Ternyata ​Zhue ... anak dari Zhang? Dan selama ini dia berhasil membodohiku? Apa mungkin dia sengaja masuk ke dalam kehidupanku karena sebuah missi?'​Kalimat itu terus bergema tanpa ampun. Zhang adalah musuh bebuyutan Tuan Diego, seorang iblis kejam yang nyaris menggagalk

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   184. Waktunya Habis?

    ​Sesampainya di rumah sakit, Diego langsung mendorong pintu mobil hingga terbuka lebar dan bergegas keluar bersama istrinya.​"Ruang ICU! Cepat ke sana!" seru Freya yang berlari mengekor di belakang.​Diego mempercepat langkahnya menuju ruang medis yang ditunjuk sang istri."Saya ayah dari bayi bernama Dante. Darah saya cocok untuk anak saya!" ucap Diego dengan napas terengah-engah pada seorang perawat yang baru saja keluar dari ruangan.​"Oh, Pak! Mari ikut saya ke ruang donor darah sekarang. Waktu kita tidak banyak!"​Diego dan Freya bergegas mengikuti langkah perawat tersebut. Setelah tiba di ruang tindakan, petugas medis dengan cekatan mempersiapkan seluruh prosedur sterilisasi dan pengambilan darah.​Sambil memandangi kantong darah kosong yang disiapkan, Freya bertanya dengan suara bergetar, "Bagaimana kondisi anak saya, Sus?"​"Kondisi Bayi Dante sangat kritis," jawab perawat sambil memasang tali pembendung di lengan Diego. "Untung saja Bapak dan Ibu cepat sampai. Terlambat sedi

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   183. Membelot

    ​"Ayah?"Freya, Diego, bahkan Yenzing terbelalak serentak menoleh ke arah Zhue yang baru saja menyebut Zhang dengan panggilan tersebut.​Yenzing terperanjat hebat. Menatap Zhue dengan sebelah matanya yang bengkak dan terluka cukup parah akibat hantaman anak buah Zhang.​Bukan hanya sebutan 'Ayah' yang membuat jantungnya serasa melompat keluar, tetapi juga wajah Zhue yang tampil tanpa riasan sedikit pun.Paras cantiknya yang alami tampak begitu nyata, bahkan jauh lebih memikat dibanding yang pernah dilihat Yenzing di balik layar ponsel.​"Cepat pergi ke rumah sakit sekarang! Aku yang akan menahan mereka di sini!" teriak Zhue tegas pada Freya dan Diego.​Tanpa membuang waktu satu detik pun, Freya menarik lengan suaminya dan bergegas membawa Diego menuju limusin di samping mereka.​Zhue mengembus napas lega. Melirik ke arah Yenzing. "Cepat pergi! Jangan buang-buang waktu lagi!"​Yenzing berusaha bangkit berdiri dan melangkah gontai dengan tubuh penuh luka memar, dibantu oleh pengawal Die

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   2. Syarat

    [Aku menerima tawaran itu]​Dengan ujung jari yang gemetar, Freya mengetik pesan singkat itu dan mengirimkannya kepada Diego.Begitu status pesan berubah menjadi 'dibaca,' Freya segera mematikan ponselnya dan melangkah pergi meninggalkan koridor ruang kerja Dani yang terasa memuakkan.​Tidak ada ja

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   1. Meminta Bantuan

    "Paman, aku datang ke sini karena aku ingin .... "​"Aku akan membantumu, dengan satu syarat."​Kalimat Diego memutus kata-kata Freya. Mata Freya membulat sempurna. Bagaimana mungkin pria ini tahu maksud kedatangannya sebelum ia sempat mengucapkannya?Freya Xania seorang spesialis kandungan, tidak

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   7. Ciuman Panas

    "Pakai gaun malammu!"​Freya seketika membeku di tempat. Baru saja kakinya menginjak lantai kamar hotel yang mewah itu, Diego sudah memberikan perintah.Matanya tertuju pada gaun malam seksi berbahan tipis yang sudah tergeletak di atas ranjang berukuran king size.​"Emm, Paman ... sebaiknya kita me

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   6. Paman yang Mengerikan

    "Tuan Diego sudah menunggu Anda, Nona." Kalimat itu bagai sambaran petir yang mengejutkan Freya. Entah sudah berapa lama ia berdiri mematung, menatap sosok pria yang berdiri di dekat kolam renang.Freya menelan ludah, mengangguk pelan lalu mengangkat kaki yang terasa seberat besi baja menuju tempat

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status