“Liana, kamu mau kemana?” tanya Andrew.Saat Liana dan Ryan baru saja keluar dari area lobby apartemen, mereka bertemu Andrew. Ryan terlihat kesal saat melihat pria berkacamata itu. Sekali lagi, ia bertemu salah satu saingannya.“Aku mau pulang, sudah ditunggu Kakek,” jawab Liana.Andrew mengangguk, kemudian melirik Ryan yang berdiri di sampingnya.“Aku yang mengantar. Tuan Julian yang memintaku,” sahut Ryan.Andrew tersenyum lagi sambil menganggukkan kepala.“Kamu ada apa ke sini? Setahuku, kamu tidak tinggal di sini,” tanya Liana.“Aku bertemu klien tadi dan gak sengaja bertemu kalian di sini.”Ryan dan Liana manggut-manggut.“Ya sudah, kalau begitu. Kami harus segera pergi.” Ryan berjalan lebih dulu.Andrew tersenyum. “Iya.”Liana berpamitan sambil menundukkan kepala dan berjalan mengikuti Ryan ke parkiran.“
Read more