Mobil Adrian berhenti di depan sebuah rumah. Langkahnya tergesa saat keluar dari mobil, bahkan sapaan dan salam hormat beberapa pelayan yang menyambutnya ia abaikan.“TUAN!!!”Sosok tinggi dengan wajah tegang dan baju serba hitam berdiri menghadang Adrian.“Iya, aku datang ke sini untuk memastikan kalau apa yang kau katakan benar.”Pria misterius itu terdiam, wajahnya tidak menunduk, tapi tatapannya menunjukkan penyesalan.“Apa Tuan berpikir saya bersengkokol dengan Samantha?”Adrian tidak menjawab hanya mengedikkan bahu.“Hanya kamu yang bisa menjawabnya, bukan.”Jakun pria itu naik turun dengan tergesa. Wajahnya terlihat tenang, tapi sorot matanya menunjukkan hal yang sebaliknya.“Saya tidak mengkhianati Anda. Saya sepenuhnya berpihak pada Anda, Tuan.”“Baguslah kalau begitu. Namun, aku butuh buktinya.”Pria itu terdiam sejenak, melan
더 보기