“Heh??”Liana terdiam dengan ekspresi terkejut. Adrian melepas seat belt dan menggeser duduknya ke Liana.“Aku khawatir sama kamu. Sudah kubilang, aku gak ingin kamu jauh dariku.”Liana membisu, matanya mengerjap beberapa kali sambil menatap pria tampan yang tak berjarak di depannya.Lembut Adrian merangkum wajah Liana, mendekatkan bibirnya menyentuh bibir Liana. Anehnya Liana tidak menolak sentuhan pria itu, ia malah membalasnya dengan spontan. Entah berapa lama mereka berbagi saliva, yang pasti keduanya seakan sulit untuk berpisah.Liana mengurai pagutan mereka sambil mendorong tubuh Adrian sedikit. Pria itu seolah tak mau melepaskan diri darinya.Napas Liana tersenggal dengan bahu naik turun mengatur udara. Kepalanya masih menunduk, entah kenapa setiap usai berinteraksi intim dengan Adrian, wajahnya selalu bersemu merah.“Adrian … aku ---”Liana menghentikan kalimatnya saat Adrian m
اقرأ المزيد