"Saya mengerti, Tuan," ucap Tommy sambil mengangguk. Adrian menghela napas sambil meletakkan sebuah berkas ke meja. Ia bangkit dari duduknua, berjalan ke arah pintu. "Aku ada praktek satu jam lagi. Kamu bisa handle yang di sini, kan?" Tommy mendongak. Mulutnya terbuka siap menolak, tapi Adrian tidak melihat reaksinya. Ia sudah keburu meninggalkan ruangan. "Kenapa Tuan Muda masih meneruskan profesinya sebagai dokter umum?" gumam Tommy. Namun, sepertinya ia tidak punya jawaban untuk hal itu. Di waktu bersamaan, Liana sudah berada di kantor dan sibuk dengan pekerjaannya. Ia sengaja menyibukkan diri hari ini sekedar ingin melupakan soal pertikaiannya dengan sang Kakek Suara ketukan menginterupsi fokus Liana. "Boleh aku masuk?" Suara familiar terdengar usai ketukan itu berhenti. Liana mendongak dan melihat Xander sedang berdiri di depan pintu. Liana berdecak malas sambil memalingkan
اقرأ المزيد