**Vega tersentak. Ya, ia merasakannya. Memang ada sesuatu yang keras menekan salah satu sisi pahanya. Membuat perempuan itu terbelalak panik. Terlebih kala Antares menggesekkan tubuh bagian bawahnya dengan pelan namun kuat.“A-Ares, hentikan!”“Apa yang harus kuhentikan, hm?”Vega memejamkan mata. Ia sama sekali tak bisa bergerak saat bibir hangat prianya merambat menyapu permukaan kulit rahang dan leher. Sangat lembut, sampai membuat Vega mendesah tanpa sadar.“Kau juga menginginkannya, kan?”“Tidak, hentikan, please ….”“Benarkah? Serius, tidak mau lanjut?” Antares terkekeh pelan. Ia mengangkat tubuh, memberi jarak antara dirinya dengan Vega, lalu memandang perempuan itu dari atas.“Kau sangat seksi saat sedang berantakan begini. Aku benar-benar ingin memasukimu segera, Sayang. Tolong biarkan aku, ya?”Vega menggigit bibir bawahnya dengan ketakutan. Bagaimana jika pria ini benar-benar akan memaksanya melakukan itu? Bagaimana jika Orion tahu ….“Ah, kau menangis?” Antares bertanya s
Baca selengkapnya