Di kediaman keluarga Varelian.Hamparan lantai es membentang luas, berkilau di bawah sorot lampu kristal yang menggantung tinggi. Udara di dalam ruangan terasa dingin, menusuk hingga ke kulit. Di atas permukaan itu, Sarah meluncur.Tubuh rampingnya bergerak luwes, menari mengikuti alunan piano yang mengalun lembut.Setiap putaran, setiap lengkungan tubuhnya, terlihat seperti telah terlatih selama bertahun-tahun. Dedikasinya tidak main-main.Namun, satu kesalahan kecil, membuat kakinya terpeleset. Seketika tubuh Sarah kehilangan keseimbangan dan jatuh menghantam es.Suara benturan terdengar pelan, tapi cukup untuk membuatnya membeku sesaat, dan napasnya tercekat.Sarah mengepalkan tanganya, lalu memukul kepalanya sendiri, seolah ingin menghukum dirinya atas kegagalan sekecil itu.Sarah kembali bangkit. Tanpa jeda ia meluncur lagi, memaksa tubuhnya mengikuti irama. Namun pikirannya tidak sejalan.Sarah kacau.
Read more