Meja makan malam itu ditata tepat di atas dek kayu yang menjorok ke arah pantai, dikelilingi oleh obor-obor bambu yang apinya menari ditiup angin laut.Langit di atas mereka begitu bersih, memamerkan jutaan bintang yang berpijar terang tanpa polusi cahaya kota. Namun, bagi Gia, suasana romantis ini terasa seperti panggung eksekusi yang dihias dengan sangat indah.Gia duduk dengan tegak, mengenakan gaun malam tipis berwarna putih yang kontras dengan kegelapan malam. Dia menatap piring lobster di depannya tanpa minat, sementara Marco duduk di seberangnya, menyesap wiski dengan gerakan yang sangat tenang.“Berhenti menatap makanan itu seolah ada racun di dalamnya, Gia. Koki terbaikku yang menyiapkan ini sebelum kita berangkat,” ucap Marco memecah kesunyian, suaranya menyatu dengan deburan ombak.“Aku tidak lapar. Suasana di sini membuat selera makanku hilang,” sahut Gia ketus.Marco menyeringai, matanya menangkap pantulan cahaya obor yang membuatnya terlihat semakin mengintimidasi.“Bena
Last Updated : 2026-05-10 Read more