Rio tertunduk dalam-dalam di bawah cengkeraman tangan kekar Marco, membiarkan keheningan malam menyerap seluruh janji setia yang baru saja dia ucapkan.Di atas balkon beton yang dingin itu, dia menyadari bahwa nasib klan Valerius yang tersisa kini sepenuhnya digantungkan pada pundak pria yang dicap sebagai penjagal ini.“Saya berjanji, Tuan Marco,” ucap Rio dengan suara baritonnya yang serak, menatap lantai semen di bawah sepatunya. “Rahasia malam itu tidak akan pernah melewati bibir saya, bahkan jika Molvs menguliti saya hidup-hidup.”Marco perlahan melepaskan cengkeramannya dari bahu pria tua itu, membiarkan tangannya kembali tergantung bebas di sisi tubuh.“Bagus. Karena satu saja kesalahan keluar dari mulutmu, kau tahu apa konsekuensinya bagi sisa-sisa pengikut yang kau sembunyikan di utara.”Namun, meskipun rasa takut dan hormat membelenggunya, Rio tidak bisa menahan diri untuk tidak berkomentar.Sebagai pria yang telah menghabiskan separuh hidupnya di kediaman Valerius, ada sebu
Last Updated : 2026-05-22 Read more