Malam beringsut menelan perbatasan selatan Yanze, membawa serta hawa dingin ekstrem yang menusuk tulang. Di dalam Benteng Baja Utara, Komandan Jenderal Yanze duduk di depan perapian besar di ruang komandonya, menyesap arak beras yang hangat. Ia sangat percaya diri. Gerbang benteng yang terbuat dari baja padat telah dikunci dari dalam menggunakan lima lapis palang besi seukuran pilar kuil."Biarkan anjing-anjing Zixiao itu mendirikan kemah di luar sana," ucap sang Jenderal kepada wakilnya, tertawa meremehkan. "Gudang bawah tanah kita menyimpan gandum dan daging kering yang cukup untuk memberi makan lima belas ribu prajurit selama empat bulan penuh. Kita tidak perlu melepaskan satu anak panah pun. Saat badai salju pertama turun tiga hari lagi, mereka akan kelaparan, kedinginan, dan kita hanya perlu keluar untuk menyapu mayat-mayat mereka."Sang wakil mengangguk setuju, tersenyum menjilat. "Taktik bertahan Anda tidak tertandingi, Jenderal."Di luar benteng, di tengah kegelapan malam y
Read more