"Euceu cuma menyampaikan apa yang diucapkan almarhumah, Tinah. Euceu merasa punya beban moral atas amanah orang yang sudah meninggal. Ini murni amanah, bukan karena Euceu mau menguasai harta Mak Popon atau mau mengungkit-ungkit jasa merawat beliau," jelas Nunung, berusaha menjaga nadanya setenang mungkin agar tidak memancing pertengkaran. Namun, Tinah telanjur menyalakan benteng pertahanannya. "Tapi maaf ya, Ceu... Apa Euceu punya bukti hitam di atas putih? Atau setidaknya surat pernyataan yang ditandatangani Ambu sebelum meninggal kalau tanah pojokan itu memang diwariskan buat Ceu Nunung?" "Kalau bukti tertulis seperti surat segel memang tidak ada, Teh," kali ini Jaki ikut menimpali, mencoba menengahi. "Cuma, waktu Mak Popon bicara begitu, kebetulan saksinya ada saya dan Teh Lela. Kalau Teh Tinah tidak percaya, nanti bisa kita panggil Teh Lela ke sini buat menjelaskan." Saka, suami Tinah, terkekeh sinis sambil membenarkan posisi duduknya. "Ya kalau tidak ada bukti tertulis atau re
더 보기