Tunggu! Rambut gondrong? Tidak! Rian tidak berambut gondrong! Fanny memejamkan matanya rapat-rapat, menggelengkan kepala dengan kuat untuk mengusir kilasan visual aneh yang baru saja melintasi kepalanya. Setelah beberapa detik menarik napas dalam, Fanny membuka mata dan merasa pikirannya sudah kembali jernih. Bayangan pria gondrong bertubuh tinggi besar dengan raut penuh murka itu telah lenyap. Sosok itu kembali berganti menjadi Rian yang kini sedang duduk tenang di samping Rizky sembari merangkul bahu bocah itu sambil mengelus kepalanya penuh rasa sayang. “Rizky jangan takut, ya. Ayo bilang sama Ayah, Rizky dipukul sama siapa?,” tanya Rian dengan suara yang kembali melembut.
閱讀更多