"Rizky," panggil Rian dengan nada selembut mungkin. "Tadi... Ikiy ke teras bawa teman namanya Fajri?" Rizky menggeleng pelan dengan wajah polos yang kebingungan. "Enggak ada, Pah. Ikiy tadi sendirian di teras mau nurunin mainan. Terus pas Mama keluar, Mama tahu-tahu melotot terus pingsan." Mendengar jawaban putranya, jantung Fanny rasanya seperti berhenti berdetak. "Enggak mungkin! Kiy, kamu jangan bohong sama Mama! Tadi jelas-jelas kamu kenalin dia ke Mama! Kamu bilang namanya Fajri!" Nada suara Fanny mulai naik lagi. "Mah, Mah, tatap Mas. Tenang, tarik napas dulu," potong Rian dengan cepat. Ia kembali mendekap Fanny, mengunci tubuh istrinya yang mulai gem
Read more