Malam semakin larut di Heidelberg, dan udara dingin musim gugur mendadak berubah ekstrem ketika badai salju kecil di luar perkiraan menerjang kota. Di dalam laboratorium anatomi bawah tanah Heidelberg Universitätsklinikum, keheningan yang mencekam mendadak pecah oleh suara dengungan mesin pemanas yang mati, disusul dengan padamnya seluruh lampu utama secara serentak. Ruangan yang dipenuhi jajaran manekin anatomi, mikroskop, dan stoples spesimen itu seketika tenggelam dalam kegelapan pekat, hanya menyisakan temaram lampu darurat berwarna kekuningan di sudut ruangan."Sial, sistem kelistrikan sekunder di blok bawah tanah ini selalu terlambat menyala saat badai," umpat Clara Manhann, suaranya menggema di sela-sela keheningan laboratorium yang dingin. Ia menggosok kedua telapak tangannya, mencoba mengusir rasa beku yang mulai menyerang jemarinya.Sesosok bayangan bergerak di dekat meja praktikum. Marco Huston menyalakan senter dari ponselnya, memantulkan cahaya ke langit-langit ruangan. "
Read more