Bab 17: Susu Ajaib Halaman belakang asrama yang tadinya dipenuhi tumpukan daun kering dan debu tebal, kini tampak bersih mengilat. Permukaan ubin batunya bahkan memantulkan cahaya matahari, seolah-olah baru saja dipoles oleh satu batalyon pelayan profesional. Di teras, Raka berdiri dengan senyum teduh yang memancarkan otoritas seorang pengasuh berpengalaman—jenis senyum yang selalu sukses membuat bulu kuduk Bima merinding. Di tangan Raka, sebuah nampan kayu menopang lima buah botol susu bayi dengan dot karet yang steril. Uap hangat mengepul dari sana, membawa aroma perpaduan vanila, kakao premium, dan kayu manis yang begitu surgawi. Aromanya merayap di udara, cukup kuat untuk meruntuhkan iman dan harga diri ksatria terkuat sekalipun. "Waktunya minum susu," sapa Raka kalem. "Kalian sudah bekerja keras sebagai anak-anak yang baik hari ini." Belum sempat nampan itu mendarat di meja, Marco sudah melesat seperti anak panah. "Terima kasih, Kak Raka!" Tanpa rasa malu sedikit pun, san
Last Updated : 2026-04-25 Read more