Kata memalukan tertulis jelas, mulai memudar seiring dengan degub jantung yang menggila. Tidak ada pertimbangan logika, dan sepenuhnya diambil alih oleh rasa yang berkecamuk.Jemarinya gemetaran saat mengusap pipi ini, membangkitkan geleyar indah di hati. Tatapannya lembut, tetapi penuh pengharapan yang enggan kutolak. Aku mengangguk pelan kala dia meminta persetujuanku kembali.Mata ini terpejam perlahan seiring dengan embusan napas yang semakin mengikis jarak.Kecupan lembut dibubuhkan di dahi, mata, pipi dan … berhenti. Seakan menuntut lebih, tubuh ini justru membusung dengan jemari menyelusup di sela rambutnya. Menarik pelan menuntut disegerakan.Sungguh, aku benar-benar kehilangan akal!“Kamu membuatku gila. I love you, Sari,” bisiknya sesaat sebelum memberikan kutipan lembut di bibir ini.Tubuhku terasa ringan seakan melayang tinggi. Terbang di antara awan putih yang penuh dengan keindahan. Seakan sama-sama meraup dahaga, sentuhan malu-malu menjadi semakin liar. Kami yang separuh
Zuletzt aktualisiert : 2026-05-15 Mehr lesen