Pagi ini perutku terasa sakit. Mungkin karena periode bulanan kali, lebih deras dari biasanya. Kepala ini pusing, tubuh lemas, dan tidak ada nafsu makan.Croisan isi daging dan teh hangat yang biasanya aku lahap habis, ini hanya separoh yang masuk ke dalam perut. Suamiku tadi yang membawakan ke kamar.“Apa ini tanda aku akan menopause, ya? Kasihan kamu, Mas.”Wira yang datang dari mengembalikan nampan ke depan kamar duduk di sebelahku. “Kenapa kasihan denganku? Kamu yang sakit perut.”“Ya, kita kan barus saja menikah. Eh, istrinya sudah menjelang menopause.”Dia mengalungkan tangan di bahu ini, sambil memencet remote televisi. “Memang kenapa? Periode menopause kan sesuatu yang alami. Aku tidak masalah.”Tangannya kuurai, kemudian mengingsut menghadapnya. “Tahu tidak kenapa banyak perceraian di usia pernikahan dua puluh tahun-an?”“Kenapa?”“Karena saat itu sang istri di periode menopause. Dengan alasan kurang terpenuhi nafkah batin, sang suami selingkuh bahkan menikah lagi.”Wira terta
Read more