Alasanku yang belum mandi dan masih berkeringat karena olah raga, tidak diindahkan. Katanya, ini justru aroma sexy yang membuatnya ingin. Gilanya lagi, aku pun justru ikut tenggelam dalam kemesraan.Kalau yang membawa sarapan tidak datang, mungkin kami kembali berakhir di pondok seperti semalam. Tangannya yang mulai menyelusup pun luruh kembali. Kami sama-sama tersenyum tersipu dan segera duduk menghadap meja makan. “Hampir saja kepergok mereka. Malu tahu,” gumanku tanpa melihat ke arahnya. Kami seperti dua orang yang jatuh cinta dan tidak tahu umur.Wira terkekeh. “Harusnya mereka tahu diri. Tahu kita sedang begitu, malah diteruskan mengantar sarapan. Kasih waktu sebentar lagi kek.”“Mana bisa sebentar,” sahutku sebelum meraih cangkir kopi. Menyesap minuman setelah menikmati dengan menghidu dalam.“Iya, sih,” jawabnya mengikuti yang aku lakukan, dengan tatapan mata saling bertaut.Sandwich croisant berisi sayuran, daging slice, dan disempurnakan dengan saus keju racikan. Terasa ri
Zuletzt aktualisiert : 2026-05-19 Mehr lesen