“Mas Malik itu sayang sama aku, Bu. Dia melakukan semuanya juga demi anak Ibu. Kenapa Ibu jadi perhitungan begini? Memangnya Ibu nggak mau aku bahagia?”Aku terkejut mendengar ucapan itu keluar dari mulut anakku sendiri gara-gara laki-laki yang baru dikenalnya selama beberapa bulan. Putriku yang kubesarkan seorang diri selama belasan tahun itu kini tengah menatapku dengan wajah masam.Saat ini, aku sedang mengonfrontasi putriku, Alya, lantaran aku mendapatkan laporan dia mengambil sejumlah uang dari rekening dana kuliahnya, sesuatu yang sudah aku siapkan sejak lama. Ia tidak menyangkal, bahkan mengaku bahwa ia menggunakan uang itu untuk membantu usaha pacarnya.“Ini bukan soal perhitungan atau tidak, Al. Bukan juga karena Ibu tidak mau kamu bahagia,” ucapku. Suaraku bergetar. “Selama ini Ibu selalu kasih apa yang kamu mau, Nak. Ibu pasti mengusahakan apapun untuk kamu. Tapi Ibu tidak bisa mengizinkan kamu pakai uang tabungan buat–”“Nanti pasti Mas Malik kembalikan, Bu. Dia sudah jan
Última atualização : 2026-04-21 Ler mais