Penasaranku terbayar. Meski hati ini sempat perih, tetapi tidak hanya lega yang aku dapat, rasa bersalahku pun lenyap seketika.Selama menjadi janda dulu, aku tidak pernah terbersit menjalani kisah cinta lagi. Ini bukan karena tidak ada niat, tetapi aku tidak merasa tertarik dengan lelaki yang kebetulan menaruh hati kepadaku. Semua mengalir begitu saja sampai Alya dewasa.Namun, saat bertemu Mas Wira semua berubah.Jujur, saat hati ini merasakan tertarik dengannya, aku merasa diriku berkhianat kepada almarhum Mas Arya. Aku seperti wanita tidak setia yang mengambil kesempatan meninggalnya suami untuk berkelana dengan laki-laki. Itu yang membuatku saat itu maju mundur.Aku kewalahan mengendalikan diri. Antara menolak pesona Mas Wira, tetapi diri ini bergerak sendiri menyambutnya.“Untuk apa Mas Wira meminta maaf? Mungkin ini sudah takdir,” ucapku sambil menyelusup di pelukan suamiku.Kali ini, tidak ada rasa bersalah setitik pun. Aku bebas, bukan karena melarikan diri tetapi karena suda
Leer más