Musim kemarau kali itu terasa lebih panjang dan menyengat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tanah di sekeliling desa tampak retak-retak dalam, sungai yang dulunya mengalir jernih kini tinggal hamparan batu kering, dan udara panas terasa membakar kulit siapa saja yang melintas di luar rumah.Pagi itu Bima berjalan menyusuri pinggir hutan kecil di belakang desa yang dulu rimbun dan teduh. Namun kini pemandangan itu telah berubah menyedihkan: banyak pohon besar yang telah ditebang habis, ranting-ranting kering berserakan di mana-mana, dan tanah gundul terbakar panas matahari tanpa perlindungan daun sedikit pun. Ia berdiri terpaku menatap kehampaan itu, dadanya terasa sesak melihat bekas-bekas penebangan liar yang meninggalkan luka menganga di wajah bumi.Ia pulang dengan langkah berat, lalu duduk di sampingku di teras dengan wajah penuh kegelisahan. “Kakek… hutan di belakang desa sudah gundul. Pohon-pohon besar yang dulu meneduhkan jalan kita semuanya sudah hilang. Air sungai pun tak lag
Leer más