Sejak percakapan di dapur itu, rasanya udara di sekeliling kos-kosan makin terasa berat dan menyesakkan. Seolah ada angin berbahaya yang berhembus kencang, membawa bibit-bibit fitnah yang disebarkan Rio ke segala penjuru. Awalnya cuma bisik-bisik pelan, sekadar tatapan mata yang saling bertukar isyarat atau senyum miring yang penuh makna tersembunyi. Tapi lama-kelamaan, suara-suara itu makin keras, makin jelas, dan makin tajam menyakiti hati kami berdua. Rio seolah menjadi pemimpin dari semua kehebohan ini. Entah cerita apa yang ia rangkai, entah bumbu apa yang ia tambahkan, tapi hampir semua penghuni kos kini menatap kami dengan pandangan yang berbeda. Bukan lagi pandangan biasa antara pemilik dan penyewa, melainkan pandangan penuh selidik, sindiran, rasa ingin tahu, dan juga rasa jijik bagi sebagian orang yang berpikiran sempit. "Eh, denger nggak sih? Katanya Bu Rara sama Mas Bimo deket banget ya belakangan ini? Lebih dari sekadar akrab, lho..." "Iya lho, aku juga denger dari Rio.
Última atualização : 2026-06-05 Ler mais