Angin malam Oakheaven berembus menyapu dedaunan pinus di bawah sana, membawa hawa sejuk yang pekat. Namun, Elara tidak merasakan dingin sedikit pun, tubuh mungilnya terlindung sempurna dalam balutan jubah rajut tebal, ditambah dekapan protektif dari balik punggungnya.Arseny melingkarkan kedua lengan kokohnya di sekeliling pinggang Elara, menarik punggung gadis itu agar menempel rapat pada dada bidangnya. Ia menyandarkan dagunya samar di puncak kepala Elara, membiarkan aroma familier dari rambut gadis itu menenangkan benaknya. Perlahan, salah satu telapak tangan besarnya yang hangat bergerak turun, mengusap lembut permukaan perut Elara yang masih datar. Karena di dalam sana, sebutir benih kehidupan yang membawa darah dagingnya sendiri tengah bersemi. Mereka bergeming, melemparkan pandangan lurus pada hamparan bintang-bintang yang bertaburan di langit malam, larut dalam keheningan yang teramat nyaman.Elara sedikit mendongak, jemarinya bergerak di udara membentuk tanya yang lambat.
Read more