تسجيل الدخول“Lahirkan keturunan untukku!" Elara Volkova tidak menyangka mimpi buruk datang tepat di malam pertama pernikahannya. Bukan malam indah bersama sang suami, tetapi perjanjian berbahaya yang membawanya pada dekapan terlarang paman suaminya.
عرض المزيدPengawal bertubuh kekar itu menggeleng tegas dengan tatapannya lurus ke depan tanpa simpati."Maaf, Madam Lena. Ini perintah langsung dari Nona Orlova. Atas alasan keamanan wilayah pasca-konflik, tidak ada kendaraan Mansion yang diizinkan keluar tanpa persetujuan tertulis darinya.""Tapi ini urusan mendesak!" tegas Lena lagi."Ada masalah apa di sini?"Suara bernada lambat yang familier itu terdengar dari arah tangga utama. Eva melangkah dengan anggun, memegang gelas kristal yang diisi wine.Eva menatap Lena dengan pandangan rendah, lalu bergeser pada sopir yang tampak tegang."Oh, jadi kau ingin berjalan-jalan keluar? Sayang sekali, Lena. Oakheaven sedang tidak aman untuk manula rapuh sepertimu. Tetaplah di kamarmu demi keselamatanmu sendiri," ujar Eva, lantas menyesap winenya dengan anggun.Lena tidak tahan lagi. Pun ia melontarkan protesnya, “Aku hanya perlu ke rumah sakit, Nona Eva. Mengapa kau harus membatasi pergerakanku?”Eva terkekeh hambar, mengabaikan kata-kata Lena. Baginya
Usai melewati malam yang panjang, dan Elara tak terlelap sedetik pun. Bahkan ia harus mendengar suara hantaman dinding di samping kamarnya.Pagi-pagi sekali, deru mesin mobil di halaman depan menandakan keberangkatan Don Arseny bersama barisan pengawalnya.Urusan bisnis klan memaksa penguasa Romanov itu mengosongkan kediaman, meninggalkan mansion sepenuhnya di bawah kendali Eva Orlova. Wanita itu bahkan mulai bertindak seolah-olah dirinya adalah nyonya rumah yang sah.Elara memilih duduk di sudut taman dalam mansion yang dingin. Ia mencari ketenangan di antara pilar-pilar patung dan rimbunnya tanaman kaku karena es.Cecangkir teh kamomil hangat dan sepiring kecil biskuit gandum masih utuh tak tersentuh di meja kecil di hadapannya. Aroma mentega dari biskuit itu samar-samar membuat lambungnya bergolak kembali."Ah, di sini rupanya tikus kecil kita bersembunyi," gumam Eva. Bahkan ia tersenyum sinis.Wanita itu mendekati Elara dengan langkah anggun bak putri raja. Eva menggunakan gaun sa
‘Lepas, Don!’ tegas Elara. Ia mendorong kuat Arseny tak peduli apa yang akan pria itu lakukan. Sungguh ia ingin menjauh dari pria itu.Sangat!Pagutan mereka terhenti seketika. Bibir Elara membengkak. Sedangkan Arseny mundur selangkah, tertegun menatap Elara.“Lara! Kau!” geram pria itu.Penyangkalan yang dilakukan Elara justru menjadi sumbu yang membakar habis sisa kesabaran Arseny. Ia menatap Elara dengan kilat mata yang menusuk. "Kenapa memalingkan muka? Sejak kapan kau berani menyebutku paman di depan orang lain, Lara?" tuntut Arseny dengan intonasi yang teramat dingin.Elara mengatupkan bibirnya rapat-rapat, enggan memberikan jawaban apa pun. Ia hanya membalas tatapan itu dengan sorot mata yang terluka.Air mata Elara menetes, mengalir hangat melewati pipinya yang pucat, membasahi pipinya. Namun, Arseny seolah menutup mata.Pria dingin itu hendak meraup bibir Elara, ingin menyesapnya dengan intensitas yang kian menjerat. Ia teramat haus untuk memenjarakan wanita mungil ini hingg
Malam harinya….Makan malam berlangsung dalam suasana yang canggung. Pelayan berlalu-lalang tanpa suara, mengganti piring dan menuangkan minuman seperti bayangan. Namun tidak ada satu pun kemewahan itu yang mampu mengusik perhatian Elara. Pandangannya berkali-kali jatuh pada kursi di sisi kanan Arseny.Kursi yang selama ini kosong, ditempati Eva Orlova yang duduk di sana dengan anggun. Persis seperti seorang Nyonya Besar Romanova.Elara menunduk, menatap piringnya. Kemarin, nafsu makannya melonjak karena memikirkan Arseny. Namun sekrang juga menghilang karena pria itu.Bahkan ia hanya sanggup memotong sedikit daging, lalu mendorongnya ke pinggir piring. Merah darah di serat daging itu menyiksanya, mual sekali melihatnya.Sikap Elara ini tak luput dari perhatian Arseny. Pria itu tampak sudah menghabiskan anggur di gelasnya."Aku merindukan anggur ini," kata Eva tiba-tiba sambil tersenyum, Elara memperhatikan wanita itu.Eva menyesap sedikit, lalu mengangguk puas. "Masih sama seperti du
“Siapa?” Pertanyaan itu hanya terucap dalam hati Elara. Dunianya pun luluh lantak dalam satu detik.Tatapannya terpaku pada sosok wanita asing yang berdiri tidak jauh darinya. Wajah wanita itu cantik dan dewasa, memancarkan kepercayaan diri yang sulit diabaikan. Namun bukan itu yang membuat Elara m
Hari-hari berlalu sunyi bagi Elara. Ketidakhadiran sang Don di vila Romanov kian menggerogoti ketenangannya, ini menyisakan ruang hampa dalam dada.Guna mengusir kemurungan yang menggelayut, Lena tak pernah absen membawakan seikat bunga seruni putih segar ke dalam kamar. Wanita paruh baya itu juga
Melihat keterdiaman Lena, Elara menggerakkan tangannya lagi.“Aku mengerti kekhawatiranmu, Bibi. Kita pergi bukan untuk melarikan diri. Aku hanya ingin melihat dengan mataku sendiri apa yang sedang terjadi di sana.”Lena tampak didera keraguan yang teramat sangat. Bagaimanapun juga wanita paruh bay
Tanpa sempat mengganti pakaiannya yang masih rapi, Arseny melangkah cepat menuju paviliun belakang.Sampai di sana, pemandangan dalam kamar membuat sepasang manik abu-abu sang Don menyipit tajam. Viktoria sedang meraung-raung dan memegangi sebilah pisau dapur yang berkilat tajam. Wanita itu masih d






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
المراجعاتأكثر