LOGIN“Lahirkan keturunan untukku!" Elara Volkova tidak menyangka mimpi buruk datang tepat di malam pertama pernikahannya. Bukan malam indah bersama sang suami, tetapi perjanjian berbahaya yang membawanya pada dekapan terlarang paman suaminya.
View MoreElara hanya bisa menggeleng pelan dengan tatapan kosong, napasnya masih terputus-putus seolah oksigen di ruangan itu telah habis dikuras oleh kehadiran Arseny.Sang Don mendekatkan bibirnya ke telinga Elara, embusan napasnya yang panas menyapa kulit sensitif yang baru saja ia jamah."Itu adalah tanda, Lara. Bukti bahwa tubuhmu tidak bisa menolakku, " bisiknyaElara memejamkan mata erat, jemarinya mencengkeram pinggiran meja. Sungguh ia tak mampu menanggapi, sebab setiap kata Arseny bagai kebenaran yang menghancurkan pertahanannya. Ia benar-benar terperangkap dalam dekapan paman suaminya sendiri, sebuah dosa yang terasa begitu nikmat sekaligus mematikan."Jangan merasa bersalah, Lara," lanjut Arseny.Tanpa memberikan kesempatan bagi Elara untuk bernapas lega, Arseny kembali membangkitkan gairah yang belum. Tubuh mereka yang masih menyatu, kini Don menyentaknya lebih dalam dan bertenaga.Elara memekik tertahan saat merasakan kejutan itu kembali menyengat inti tubuhnya. Tempo yang dicipt
Arseny menyipitkan mata, manik abu-abunya menggelap manakala melihat tangan lemah dan mungil Elara mencoba memberikan perlawanan kecil yang justru terasa seperti godaan di matanya.Pria itu menghentikan gerakannya sejenak, menatap Elara dengan intensitas yang sanggup melelehkan tulang."Lara?" panggilnya, denga suara parau.Elara terdiam, lidahnya begitu kebas dan tubuhnya gemetar hebat. Ia hanya bisa memperhatikan Arseny dengan embusan napas kasar yang tidak beraturan, memburu di antara keheningan kamar yang pengap oleh gairah."Jangan menahannya, hm?" bisik Arseny lagi, jemarinya mengusap lembut pangkal paha Elara yang kaku.Apalagi sekarang, pria itu bisa melihat dengan sangat jelas bagian paling sensitif di sana yang sudah basah dan siap menerimanya. Pipi Elara makin masak dan terasa panas seperti terbakar kala miliknya ditatap sedemikian rupa tanpa jarak.Bahka tanpa peringatan, Arseny menjamahnya di sana, menyesap dan memainkan lidahnya yang panas serta liar pada pusat kenikmata
Keterkejutan Elara bertambah karena dalam Cahaya redup di landasan, Arseny sempat mendongak dan menatap tepat ke arah balkonnya.Seketika itu juga Elara berjongkok, bersembunyi hingga tubuh mungilnya terhalang railing pembatas. Ia memegangi dadanya, meredam dentum jantung yang ingin mendobrak rusuknya.Lalu, ketika Elara memberanikan diri untuk kembali mengintip, Arseny … sudah tidak ada di sana.Landasan itu kini kosong, hanya menyisakan helicopter.Elara bertanya-tanya, "Eh, ke mana Don?"Kaki mungil wanita itu membawanya masuk ke dalam kamar. Tangannya meraih gagang pintu utama, tetapi ia menahan gerakannya. Tentu karena ia sadar, keluar kamar sekarang hanya akan memicu kecurigaan. Seisi mansion bisa tahu tentang hubungan terlarangnya.Elara menggigit bibir bawahnya kuat-kuat hingga terasa perih, lalu ia menempelkan telinga ke pintu. Samar-samar, terdengar suara pintu di sebelah terbuka dan tertutup. Ia yakin
‘Apa? Leher?’ batin Elara. Pikirannya berputar cepat dan seketika ia teringat pada cumbuan liarnya bersama Don tadi. Napasnya memburu cepat, paru-parunya menyempit saat ia menatap Viktoria dengan was-was.Tangan Elara seperti tremor kala ia berusaha menarik kerah bajunya lebih tinggi. Namun gerakan itu justru membuat Viktoria memicingkan mata. Wanita paruh baya itu tambah maju."Apa yang kau lakukan di belakang, hah?!" bentak Viktoria, suaranya tertahan. "Apa kau tidur dengan pelayan di rumah ini? Siapa? Tukang kebun? Petugas keamanan atau Grigor?" ejeknya.Ucapan itu menghantam martabat Elara. Dengan wajah pucat pasi, ia menggeleng kuat-kuat. Lalu menunjukkan tangannya yang masih memerah dan mengeriput karena air sabun,. Bahkan ia memberi isyarat bahwa kulitnya gatal akibat iritasi.Viktoria justru mendengkus jijik."Astaga, dosa apa aku sampai memiliki menantu sialan sepertimu! Cacat, bisu, dan ah ... aku benar-benar tidak tahan lagi!" Viktoria memijat pelipisnya. "Cepatlah kau hami
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore