Obsesi Sang Don: Dekapan Terlarang Paman Suamiku

Obsesi Sang Don: Dekapan Terlarang Paman Suamiku

last updateLast Updated : 2026-05-12
By:  NACLUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
6 ratings. 6 reviews
32Chapters
660views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

“Lahirkan keturunan untukku!" Elara Volkova tidak menyangka mimpi buruk datang tepat di malam pertama pernikahannya. Bukan malam indah bersama sang suami, tetapi perjanjian berbahaya yang membawanya pada dekapan terlarang paman suaminya.

View More

Chapter 1

Bab 1

“Tanda tangani surat perjanjian ini sekarang!” bentak pria berjas putih itu. Suaranya menggelegar di dalam kamar kedap suara ini, membuat seorang wanita bergaun pengantin putih tersentak. Ia melempar sebuah amplop ke pangkuan istrinya.

Wanita itu, Elara Volkova menunduk dalam, memperhatikan amplop hitam pekat yang kontras dengan gaunnya. Tangannya gemetar saat memegang benda tipis itu. Ia mencoba meraih ponsel di atas nakas untuk berkomunikasi, tetapi sang pria menatapnya dengan tajam.

“Cukup kau tanda tangani, Elara!” perintah pria itu lagi.

Dengan jantung berdegup hebat, Elara memberanikan diri membuka amplop tersebut. Mata sebiru es miliknya membelalak saat membaca setiap deret kata di atas kertas. Kini bukan hanya tangannya yang gemetar, tetapi seluruh tubuhnya.

Menggunakan ponsel sebagai perantara komunikasi, Elara mulai mengetik cepat apa yang ingin ia sampaikan. Sejak kecil, ia yang tunawicara ini memang selalu menggunakan ponsel atau buku untuk bersuara.

“Apa maksudmu, Dmitri?” Elara berhenti mengetik dan menatap surat perjanjian itu lagi dengan nanar, lalu lanjut mengetik. “Kenapa aku harus tidur bersama pria lain sampai hamil?”

Elara menunjukkan layar ponselnya pada Dmitri dengan bola mata yang mulai bergetar. Ia hanya ingin kejelasan, mengapa dirinya yang baru saja dinikahi justru diperintahkan untuk tidur dengan pria lain?

Alih-alih jawaban, Elara justru merasakan dadanya bergetar tidak nyaman, merasakan gema tawa Dmitri yang meremehkan. Meskipun alat bantu dengarnya menangkap suara itu sebagai dengung yang menyakitkan, tetapi getaran di udara yang menabrak kulitnya terasa jauh lebih menyesakkan.

Ia mengetik lagi pada layar ponselnya dengan sisa keberanian yang ada.

“Katakan, Dmitri. Kenapa kau memintaku seperti itu? Aku ini istrimu!” Sorot mata Elara menuntut penjelasan.

Dmitri menggeleng dan menunjuk batang hidung Elara. “Kau pikir aku menikahimu karena cinta? Salah! Aku hanya butuh rahimmu, tidak lebih.”

Jemari ramping Elara kembali mengetik sangat cepat. “Aku tidak pernah berpikir kau menikahiku karena cinta. Kau yang memaksaku menikah!”

“Betul! Karena aku butuh rahimmu. Aku butuh keturunan yang lahir dari bangsawan mafia. Paham?! Kau harus membantuku mendapatkan anak. Kalau tidak, bukan hanya hidupku yang hancur, tapi juga kupastikan kau menderita seumur hidup!” tegas Dmitri. Jari-jarinya mencengkeram bahu Elara yang terekspos karena gaun pengantin model sabrina tersebut. “Malam ini juga, kau harus tidur bersama pria yang aku bayar.”

Dmitri melotot, matanya seakan-akan ingin melahap Elara bulat-bulat. Saat wanita itu hendak mengetik lagi, Dmitri merampas ponsel dan melemparnya hingga benda itu berdenting nyaring ke lantai marmer hitam.

Prak!

Elara memandangi layar ponselnya yang kini retak menjadi dua. Ia ingin memberontak, tetapi cengkeraman tangan Dmitri terlalu kuat hingga kuku-kuku pria itu menancap di kulit bahunya. Ia menekuk wajah, meringis tanpa suara. Cairan hangat mulai meleleh dari sudut mata. Pria yang seharusnya menjadi rumah teraman baginya, justru memberinya neraka tepat di malam yang seharusnya indah.

Meskipun Elara tahu Dmitri menikahinya karena kewajiban klan yang menang melawan keluarganya.

“Sakit, huh?” desis Dmitri, membuyarkan lamunannya.

Elara mengangguk dengan napas memburu. Dmitri melepaskannya dan memaksa Elara kembali menatap surat perjanjian itu.

“Kau tahu, Elara. Aku adalah pewaris takhta Don Veronia. Aku butuh anak untuk memperkuat posisiku, kau paham?!” Dmitri berbisik, suaranya merambat dingin dan tajam.

Sebisa mungkin Elara mencoba bicara melalui bahasa isyarat dan gerakan bibir agar suaminya mengerti, tetapi Dmitri justru menyodorkan pena dengan kasar.

“Tidak perlu banyak bertanya. Tanda tangan cepat!” perintahnya menggelegar.

Sekalipun klannya telah punah, Elara tidak sudi mengandung anak dari pria asing. Ia tidak mau!

Dmitri menjauh sejenak, menatap bengis pada Elara. Ia merogoh saku celana, mengambil ponselnya sendiri, dan menunjukkan sebuah rekaman video.

“Lihat ini! Kau mengenalnya, bukan?” Dmitri menyeringai penuh maksud.

Melihat rekaman itu, tenggorokan Elara seketika mengering. Keringat dingin membasahi pelipis hingga punggungnya, meskipun kamar inu sangat dingin.

‘Bibi Lena… Tuhan, tolong dia,’ lirih Elara dalam hati saat melihat pengasuhnya diikat dan dipukuli oleh seorang pria.

“Elara, selain bisu dan tuli, kau memang bodoh.” Dmitri mengetuk-ngetuk alat bantu dengar di telinga Elara. “Kau pikir aku sama bodohnya sepertimu, hah? Sekarang kau tidak bisa menolak apa pun perintahku.”

Mata biru es Elara menatap getir pada Dmitri yang kini tersenyum miring merayakan kemenangannya.

“Kalau kau menolak, hari ini juga pengasuhmu itu masuk liang lahat. Kau tidak lupa bukan siapa aku dan keluargaku?” tegas Dmitri lagi.

Sumpah demi apa pun, tidak ada lagi yang Elara miliki di dunia ini selain Bibi Lena. Dada Elara berkecamuk. Tangannya terasa sangat berat untuk menandatangani surat itu.

Tiba-tiba, Dmitri bicara di telepon. “Pukuli dia sampai mati!”

Elara bangkit dan mencoba merebut ponsel itu, tetapi Dmitri menepisnya kuat hingga Elara tersungkur bersimpuh di hadapan suaminya. Bahkan pria itu sengaja memperkeras volume ponselnya, memperdengarkan suara jeritan nyaring yang menyayat hati.

“Akh! Hentikan! Sakit! Akh!”

‘Bibi Lena, kumohon, jangan! Jangan lakukan itu!’ teriak Elara yang sialnya hanya mampu bergema di dalam hatinya sendiri.

“Ini pilihanmu, Elara. Membiarkan wanita malang itu mati di tanganku, atau patuh,” tantang Dmitri yang berdiri menjulang di depan Elara.

‘Tidak, ini bukan keinginanku,’ jerit Elara dalam hati. Ia menggeleng tegas dengan air mata yang terus mengalir.

Suara jeritan pengasuhnya membuat Elara ingin melepas alat bantu dengar, batinnya tersayat-sayat. Hingga akhirnya, dengan tangan yang bergetar hebat, ia meraih pena dan menandatangani surat perjanjian neraka itu.

Dmitri merampas kembali kertas yang sudah ditandatangani, memeriksanya dengan senyum puas yang memuakkan. Ia mencengkeram dagu Elara, memaksa wajah cantik yang basah itu untuk menatapnya.

"Anak pintar," desis Dmitri. "Jangan pasang wajah berkabung begitu. Kau harus terlihat cantik untuknya. Ingat, Elara, jika kau menggagalkan rencanaku, maka Bibi Lena-mu akan pulang dalam peti mati."

Elara hanya bisa menatap suaminya dengan kebencian yang meluap. Bibirnya bergetar, mencoba mengeluarkan suara yang tak pernah bisa keluar.

Ia benar-benar sendirian. Tak ada yang bisa menolongnya, bahkan Tuhan seolah menutup telinga bagi jeritan batinnya.

Kepala Elara yang masih menunduk, seketika mendongak mendengar ketukan pintu.

Dmitri bangkit, merapikan jas putihnya, lalu melirik jam tangan mewahnya. "Tepat waktu."

Apakah pria bayaran itu sudah datang? Apakah secepat ini?

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviewsMore

prasidafai
prasidafai
woah deg-degan bacanya. lanjut update terus kaaaa (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)
2026-05-10 14:42:43
1
1
Piemar
Piemar
Ka Na jangan bikin Elara menderita terus ya, kasihan huhu
2026-05-09 18:37:41
1
1
Na_Vya
Na_Vya
Mau juga jadi Elara, huhuu..
2026-05-08 19:32:39
1
1
Aira Tsuraya
Aira Tsuraya
Gasss gasss wes
2026-05-08 11:27:21
1
1
Strawberry
Strawberry
yayyyyy buku baru....gasa
2026-05-05 19:19:45
1
1
32 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status