Elara dengan bahasa isyaratnya berkata, "Apa? Aku tidak ... bukan seperti itu, Don. Anda salah paham."Arseny justru makin mendekat, bahkan jarak di antara mereka terkikis habis hingga bibir nyaris menempel sempurna.Elara seketika menahan napasnya. Ia sama sekali tidak bisa menghindar karena kungkungan tubuh kekar sang Don, membuat kedua pipinya kian memerah sempurna. Ah sial memang, ia ketahuan memikirkan hal mesum tentang pria itu.Seolah puas menikmati kegugupan wanita muda ini, Arseny lekas menjauh sembari terkekeh.Elara memalingkan wajahnya yang membara. Namun, jemari kokoh pria itu terulur, membelai lembut sepanjang tulang rahang yang meninggalkan bekas kemerahan akibat cengkeraman Dmitri tadi."Kau sudah tahu cara menggunakan tanganmu, bukan?" tanya Arseny.Elara tertegun, pikirannya langsung melayang pada wajah Viktoria yang basah karena siraman jus dari Viktor di meja makan.Perlahan, Elara mengangguk, sungkan."Bagus." Arseny sangat puas, ia menyeringai menatap wanita itu.
Read more