“Apakah lelaki itu terlihat seperti aku?”Sakti menatap lurus ke arah Rania setelah mengucapkan kalimat itu, nada suaranya tenang, nyaris tanpa tekanan, seolah pertanyaan itu hanyalah sesuatu yang ringan. Namun di balik ketenangan itu, ada sorot mata yang tajam, mencoba membaca reaksi sekecil apa pun dari gadis di hadapannya.Rania terdiam. Pandangannya kembali turun ke layar ponsel yang masih ia genggam. Gambar yang ditampilkan memang buram, pencahayaannya minim, dan wajah pelaku tidak terlihat jelas. Namun entah kenapa, ada sesuatu yang membuatnya ragu, sebuah firasat yang sulit dijelaskan.Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap Sakti, lalu kembali menunduk.“Kau jangan berpikir yang macam-mayam, ya. Aku mau ke bank untuk mengurus ATM dulu. Setelah selesai, baru aku mengantarmu ke universitas.”Nada suara Sakti tetap stabil, tidak memberi ruang untuk perdebatan. Ia seperti sudah menutup kemungkinan bagi Rania untuk mempertanyakan lebih jauh. Rania menggigit bibir bawahnya pelan, m
Last Updated : 2026-04-30 Read more