"Bas, nggak usah bercanda kayak gini," ujar Camelia, suaranya sengaja dibuat sedikit bergetar, memperkuat yang sedang terdesak. Namun, di balik itu, benak Miss Jiwa-nya justru bergolak liar.Baskara tidak menjawab dan tanpa peringatan, pria blasteran itu mencengkeram pergelangan tangan Camelia, menariknya kasar menuju tangga melingkar ke lantai dua."Lepas, Bas! Sakit!" jerit Camelia, sengaja membiarkan dirinya terseret ke sebuah ruangan di ujung lorong.Cklek. Brak!Begitu pintu terbuka, pandangan Camelia langsung disambut interior yang didominasi warna merah marun dan hitam. Persis seperti ruang rahasia dalam film Fifty Shades of Grey. Di tengah ruangan terdapat ranjang besar dengan tiang besi, lengkap dengan berbagai pernak-pernik berbahan kulit, cambuk tipis, tali rami halus, dan lainnya yang tertata rapi di dinding."Selamat datang di dunia gue yang sebenarnya, Camelia," bisik Baskara parau. Dengan gerakan cepat, dia menyudutkan Camelia ke ranjang, merenggut kasar syal dan
Read more