Tepat saat Camelia mau pulang dari club dalam kondisi agak mabuk, dia terkejut melihat mobil mewah Kenan sudah terparkir tepat di depan pintu keluar. Kenan menatapnya tajam dari balik kemudi, membuktikan ucapannya pagi tadi bahwa dia selalu tahu ke mana Camelia melangkah. Pria itu langsung turun, membukakan pintu tanpa banyak bicara, dan merenggut lengan Camelia dengan tegas."Masuk," perintah Kenan, suaranya rendah namun seolah tidak menerima bantahan."Lepasin, Ken! Gue bisa pulang sendiri," protes Camelia, mencoba menyentakkan tangannya meski pandangannya mulai kabur.Kenan tidak menyahut. Dia justru mempererat cengkeramannya, menuntun Camelia masuk ke dalam mobil dan mengunci pintu dari sentral lock. Malam itu, Kenan tidak membawanya kembali ke penthouse, melainkan membawa Camelia pulang ke unit apartemen milik Camelia sendiri di lantai bawah.Begitu pintu unit apartemen tertutup, Camelia langsung berbalik dengan berkacak pinggang. "Ngapain lo ikut masuk? Ini unit gue!""Gue
Read more