"Lo beneran siap ketemu sama dia, Ca?" tanya Kenan dengan suara baritonnya. Tangannya memegang kemudi mobil SUV hitamnya, sementara matanya sesekali melirik Camelia di kursi penumpang. Camelia menyunggingkan senyum tipis misteriusnya, membetulkan blazernya. "Gue nggak pernah selintas pun merasa takut, Ken. Dulu dia cuma sosok fiktif di balik layar HP gue sebelum masuk ke kehidupan gue dua tahun ini. Sekarang, saatnya gue tatap matanya langsung." Di kursi belakang, Raga menghentikan jemarinya yang menari di atas layar laptop. "Sinyal lokasi Kenzo udah terkunci di area VIP lantai dua resto keluarga Hartanto. Tim pengamanan Abimanyu udah nutup semua pintu keluar-masuk. Dia kejebak dan nggak tahu kalau itu restoran punya Mami, Bang." "Bagus," balas Kenan dingin, memarkirkan SUV mewah itu tepat di area parkir eksklusif bagian belakang. Pria berdarah dingin itu melepas sabuk pengamannya, lalu meraih jemari Camelia dan mengecup jemari yang melingkar cincin pernikahan mereka. "Ingat,
Leer más