LIVE ENDED.Tulisan itu memudar dari layar, tetapi Richard Wijaya belum bergerak. Diam. Sunyi. Hanya detak jam dan dengung AC yang terdengar di ruang kerja apartemennya. Tangannya masih menggenggam gelas wiski, memutar cairan keemasan di dalamnya seolah itu bisa mengusir satu wajah yang terus muncul di pikirannya.Bee.Ia meneguk. Panas wiski membakar tenggorokan, tapi tak cukup membakar bayangan wanita bertopeng itu dari kepalanya.Sudah dua bulan sejak Andre mengirim tautan itu.“Coba yang ini, Rich. Beda.”Richard sempat menertawakan. Ia terbiasa dengan perempuan nyata. Model, sosialita, wanita yang bisa didapat tanpa menunggu. Semua bisa diatur. Semua terkendali.Lalu malam itu, karena bosan—hanya bosan, begitu katanya—ia membuka tautan itu.Naughty Bee.Saat pertama melihat akun itu, ia tidak terkesan. Pengikutnya bahkan tidak terlalu besar. Tapi entah kenapa, ia tetap menekan follow, bahkan mengaktifkan notifikasi. Untuk berjaga-jaga, begitu ia meyakinkan dirinya.Tiga hari tak
最終更新日 : 2026-04-22 続きを読む