Rohku melayang kembali ke rumah.Jennah sudah bangun. Dia duduk manis sambil memakan sarapan yang sudah kusiapkan. Aku tidak tahu kapan aku akan lenyap, jadi hanya bisa memandanginya sepuas hati, ingin mengukir wajah imut putriku itu dalam hati.Tak lama kemudian, Alden pulang. Begitu masuk, dia langsung bertanya, "Jennah, mana ibumu?"Jennah menyerahkan catatan itu kepadanya. "Mama bilang ada urusan di luar, sebentar lagi balik."Setelah membacanya, wajah Alden langsung muram. Dia meremas kertas itu menjadi bola, lalu meneleponku. Namun saat ini, ponselku sudah dimatikan dan dibawa oleh si pembunuh itu, tentu saja tidak ada yang menjawab."Julie, kamu kira dengan begini kamu bisa menunda perceraian? Kalau berani, jangan pernah kembali seumur hidup!" Dia tersenyum dingin, ekspresinya penuh rasa jijik dan meremehkan.Jennah ketakutan hingga gemetar, tetapi Alden tidak memedulikannya dan langsung berbalik untuk pergi.Tak lama kemudian, Mirae dibawa pulang. Meskipun masih kecil, Jennah s
続きを読む