Share

Bab 4

Author: Makjos
Sinar matahari menembus rohku yang setengah transparan, memutus alur pikiranku yang berkelana.

Di sampingku, Alden dan Mirae, pasangan sialan itu, masih saling berpelukan dan tidur nyenyak.

Tiba-tiba, ponsel Alden di samping tempat tidur berdering. Itu panggilan telepon dari rekan kerjanya di kantor polisi. Setelah menerima telepon, Alden segera bangun untuk bersiap-siap. Gerakannya pun membangunkan Mirae.

"Alden, pagi-pagi sudah harus pergi?"

"Ya, kasus semalam itu harus kutindaklanjuti."

Ekspresi Mirae langsung berubah. Namun, saat Alden berbalik, dia cepat-cepat menata kembali ekspresinya.

Saat Alden sudah mengenakan mantel dan hendak pergi, Mirae tiba-tiba mengerang kesakitan, memegangi perutnya sambil berjongkok.

"Kenapa, Mirae?" Alden buru-buru kembali dan membantunya duduk di sofa.

"Alden ... perutku ... sakit sekali .... Bisa antar aku ke rumah sakit?"

Aku yang melihat dari samping, tahu betul kalau Mirae sengaja mengulur waktu. Dia tidak ingin Alden pergi ke lokasi!

Namun, Alden si bodoh itu malah dengan mudahnya tertipu. Dia hanya ragu beberapa detik, lalu membantu Mirae berdiri. "Kita pergi sekarang, pelan sedikit."

Melihat bagaimana Alden memperlakukannya seperti harta paling berharga, hatiku yang sudah mati rasa kembali terasa perih.

Delapan tahun lalu, air ketubanku pecah di rumah. Di tengah rasa sakit kontraksi, aku menelepon Alden. Menghadapi diriku yang panik dan tidak tahu harus berbuat apa, dia hanya berkata dengan dingin, "Jangan berlebihan. Aku lagi kerja, telepon ambulans sendiri."

Sebelum aku sempat berkata apa-apa lagi, dia sudah menutup telepon.

Baru setelah aku melahirkan, Alden muncul di rumah sakit. Seluruh perhatiannya tertuju pada Jennah yang baru lahir, tanpa sedikit pun menanyakan keadaanku.

Sejak saat itu, aku mengira pekerjaan adalah prioritasnya. Namun, ternyata semua hanya karena aku tidak cukup penting baginya.

Aku mengikuti mereka naik ke mobil. Di tengah perjalanan menuju rumah sakit, Alden kembali menerima telepon dari rekannya. Dia melirik Mirae di kursi penumpang, lalu berkata, "Istriku nggak enak badan, aku antar dia ke rumah sakit dulu, nanti nyusul."

Kalimat itu membuat Mirae tertegun, aku pun ikut terpaku.

Setelah sadar kembali, Mirae berkata dengan malu-malu, "Tadi ... kamu manggil aku apa?"

"Begitu aku bisa menghubungi Julie, aku akan segera menceraikannya." Wajah Alden juga sedikit memerah. "Jadi Mirae, maukah kamu menikah denganku?"

"Tapi aku mengandung anak mantan suamiku .... Alden, aku nggak pantas untukmu ...."

"Aku nggak peduli!" katanya dengan buru-buru. "Aku tahu kamu ditipu pria itu. Aku akan menganggap anak ini seperti darah dagingku sendiri."

Mirae mendongak, menatapnya dengan penuh haru. "Terima kasih, Alden."

Alden membalas tatapannya dengan penuh perasaan, sementara aku ingin sekali mencungkil kedua matanya. Mata yang tidak bisa membedakan benar dan salah itu benar-benar tidak ada gunanya!

Seperti yang kuduga, setelah diperiksa di rumah sakit, Mirae sama sekali tidak apa-apa. Dia bahkan berpura-pura merasa bersalah. "Maaf ya, Alden, tadi aku terlalu tegang."

Alden mencubit pipinya dengan mesra. "Untuk apa minta maaf padaku? Kesehatanmu selalu yang utama."

Setelah mengantar Mirae pulang, barulah dia pergi ke lokasi.

"Gimana situasinya?" Dia mengenakan masker dan sarung tangan, lalu masuk ke garis pembatas.

"Petunjuknya sangat sedikit, hanya ditemukan setengah jejak sepatu. Pelakunya sangat hati-hati, sepertinya sudah berpengalaman."

Alden sedikit mengernyit, lalu mulai menyisir lokasi. Namun, dia tidak menemukan apa-apa.

Dalam perjalanan kembali ke kantor polisi, seorang rekan bertanya, "Istrimu nggak apa-apa, 'kan? Aku sudah lama nggak melihatnya. Padahal aku ingin makan masakannya lagi."
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Wanita Simpanan Pembunuh Anakku   Bab 11

    Saat diinterogasi polisi, Mirae awalnya masih menyangkal, bahkan berusaha memanipulasi emosi mereka. "Aku ini calon ibu, mana mungkin aku membunuh seorang anak sekejam itu?"Namun, di hadapan bukti yang tak terbantahkan, dia tidak bisa lagi berkilah. Polisi menemukan rekaman CCTV di sepanjang rute perjalanannya dan juga koper yang dia buang. Setelah diuji, pada koper itu terdapat DNA miliknya.Setelah penyelidikan lebih lanjut, polisi secara tak terduga menemukan bahwa Mirae bukan hanya terlibat dalam satu kasus.Sepuluh tahun lalu, Mirae dan Alden putus karena perbedaan pandangan. Alden menjadi dokter forensik, sementara Mirae pergi ke luar negeri untuk belajar.Di luar negeri, dia terjerumus dalam kehidupan gemerlap, dipengaruhi hingga menyimpang, dan bergabung dengan organisasi penipuan. Dalam beberapa tahun terakhir, dia terlibat dalam ratusan kasus penipuan. Dari sekadar menipu uang hingga menyebabkan kematian. Sejak awal, dia telah kehilangan moral dan hati nurani.Baru setelah h

  • Wanita Simpanan Pembunuh Anakku   Bab 10

    Mirae tidak jadi pergi dan segera tertidur lelap. Alden telah mencampurkan obat tidur ke dalam air minumnya.Kemudian, dia pergi memeriksa rekaman CCTV kompleks. Dalam rekaman itu, dia melihat Mirae yang mengenakan pakaianku sedang menyeret sebuah koper.Dia mengira bisa mengelabui orang dengan memakai pakaianku, tetapi lupa bahwa Alden sangat mengenalku dan dirinya.Dugaan paling mengerikan itu ... tampaknya menjadi kenyataan.Alden tertawa pelan di depan layar, semakin lama semakin keras, hingga akhirnya tertawa sambil menangis."Kenapa aku bisa sebodoh ini ... membawa pulang seorang pembunuh dengan tanganku sendiri ...," katanya sambil beberapa kali menampar wajahnya sendiri. "Alden, kamu benar-benar bajingan bodoh!"Aku menatapnya dengan dingin, dalam hati berkata bahwa kamu memang bodoh.Alden menyalin rekaman CCTV itu, lalu kembali ke rumah dan menatap Mirae sampai fajar menyingsing.Pagi harinya, kantor polisi mengirimkan hasil pencocokan DNA. Di atasnya tertulis dengan jelas ko

  • Wanita Simpanan Pembunuh Anakku   Bab 9

    Saat Alden pulang ke rumah, wajahnya penuh bekas air mata, ekspresinya linglung.Mirae terkejut, menggenggam ujung bajunya dengan gugup. "Alden, ka ... kamu kenapa? Apa ada perkembangan dalam kasus anak itu?"Dia sedang menguji pria itu.Alden menggeleng dengan kaku.Mirae menghela napas lega, tetapi detik berikutnya dia mendengar Alden berkata. "Tapi ... Julie ... dia sudah meninggal.""Apa?!" Mirae berteriak kaget, tampak benar-benar terkejut.Air mata Alden kembali menetes. "Semua salahku, semuanya salahku."Melihatnya begitu menyalahkan diri dan diliputi kesedihan, mata Mirae dipenuhi rasa tidak rela dan iri."Dia mati karena nasib buruk, apa hubungannya denganmu? Alden, sekarang kamu bisa menikah denganku." Mirae berkata sambil hendak memeluknya, tetapi langsung didorong menjauh.Alden menatapnya dengan tak percaya. "Julie sudah mati, diperkosa lalu dibunuh! Gimana kamu bisa mengatakan hal seperti itu?"Mirae pun sadar perkataannya salah, buru-buru mencoba memperbaiki. "Aku ... ak

  • Wanita Simpanan Pembunuh Anakku   Bab 8

    "Nggak, nggak mungkin ...." Alden menatap cincin itu, mulutnya terus mengulang tanpa sadar. "Aku pasti salah ingat, nggak mungkin dia ...."Keanehannya menarik perhatian rekan-rekannya. "Alden, kamu kenapa?"Alden tiba-tiba melepaskan tangannya, lalu berlari ke kejauhan dan muntah hebat.Lima menit kemudian, dia kembali ke lokasi dengan masker terpasang. Matanya memerah, tangannya tak lagi stabil.Saat itu, dia masih menyimpan harapan tipis, menolak mengakui bahwa itu adalah jenazahku.Sampai akhirnya polisi menemukan dompetku yang tak sengaja terjatuh .... Di dalam dompet itu tidak banyak uang tunai, tetapi ada identitas penting.Saat kartu identitas dikeluarkan, semua orang pun terdiam. Tatapan mereka tertuju pada Alden, penuh keterkejutan dan rasa tidak tega."Kalian ... kenapa lihat aku begitu?" Alden pura-pura santai, tetapi suaranya bergetar. "Lanjutkan penyelidikan.""Kak Alden ...." Seseorang menyerahkan kartu identitas itu kepadanya. "Kamu ... yang tabah ya."Hening yang panja

  • Wanita Simpanan Pembunuh Anakku   Bab 7

    Malam itu, Alden dan Mirae berbaring di satu ranjang, tetapi untuk pertama kalinya mereka tidur saling membelakangi. Keduanya terjaga dalam gelap, masing-masing dengan pikiran mereka sendiri.Di mata Mirae tampak kegelisahan dan kecemasan, sedangkan Alden .... Aku tidak bisa memahami apa yang dia pikirkan.Keesokan harinya, begitu sampai di kantor polisi, seorang rekan buru-buru memanggilnya. "Ada seorang gadis muda datang melapor, katanya dia diperkosa sopir taksi. Kamu perlu melakukan pemeriksaan luka."Aku yang mengikuti dari belakang langsung terkejut.Setelah diperiksa, gadis itu memang mengalami kekerasan seksual. Menurut pengakuannya, dia dibius di dalam taksi, lalu dibawa ke pinggiran kota. Saat terbangun, sopir itu sedang menindihnya. Dia meraih sebuah batu di dekatnya, memukul sopir itu hingga pingsan, lalu melarikan diri.Namun, ketika polisi tiba di lokasi, sopir itu sudah menghilang.Mendengar ceritanya, aku hampir bisa memastikan, itu adalah sopir taksi yang memerkosa dan

  • Wanita Simpanan Pembunuh Anakku   Bab 6

    Alden mengatupkan bibir, lalu mengetik beberapa baris dan mengirimkannya.Aku mendekat dan melihat isi pesannya.[ Julie, jangan bikin masalah lagi, cepat pulang untuk urus perceraian kita. Kita pisah baik-baik. ][ Berikan hak asuh Jennah kepadaku, aku akan memberikan kehidupan yang lebih baik untuknya. Kamu juga bisa datang menemuinya kapan saja. ]Omong kosong! Aku menggertakkan gigi dengan kesal. Semua ini terjadi karena kamu membawa serigala ke dalam rumah, sampai putriku mati setragis ini!Alden menunggu lama, tetapi tidak ada balasan sama sekali. Wajahnya semakin muram.Saat pulang ke rumah, begitu masuk, Alden langsung melihat beberapa kantong besar tergeletak di depan pintu. Semua yang ada di dalamnya adalah pakaian dan barang-barang milikku."Mirae, ini ...." Mirae sedang mengeluarkan kantong terakhir. Mendengar itu, dia mengeluh, "Alden, pakaianku sudah nggak muat lagi. Lagi pula, Julie cepat atau lambat akan cerai denganmu. Barang-barang ini juga nggak ada gunanya, lebih ba

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status