Share

Bab 3

Penulis: Makjos
Rohku melayang kembali ke rumah.

Jennah sudah bangun. Dia duduk manis sambil memakan sarapan yang sudah kusiapkan. Aku tidak tahu kapan aku akan lenyap, jadi hanya bisa memandanginya sepuas hati, ingin mengukir wajah imut putriku itu dalam hati.

Tak lama kemudian, Alden pulang. Begitu masuk, dia langsung bertanya, "Jennah, mana ibumu?"

Jennah menyerahkan catatan itu kepadanya. "Mama bilang ada urusan di luar, sebentar lagi balik."

Setelah membacanya, wajah Alden langsung muram. Dia meremas kertas itu menjadi bola, lalu meneleponku. Namun saat ini, ponselku sudah dimatikan dan dibawa oleh si pembunuh itu, tentu saja tidak ada yang menjawab.

"Julie, kamu kira dengan begini kamu bisa menunda perceraian? Kalau berani, jangan pernah kembali seumur hidup!" Dia tersenyum dingin, ekspresinya penuh rasa jijik dan meremehkan.

Jennah ketakutan hingga gemetar, tetapi Alden tidak memedulikannya dan langsung berbalik untuk pergi.

Tak lama kemudian, Mirae dibawa pulang. Meskipun masih kecil, Jennah sangat peka terhadap emosi. Mirae tersenyum lembut, tetapi tatapan Jennah padanya penuh penolakan. Bahkan saat Mirae mengulurkan tangan, dia bersembunyi di belakang Alden.

Namun, ayah yang dia percayai itu malah menariknya ke depan, mendorongnya ke hadapan Mirae. "Jennah, ini Tante Mirae, cepat sapa."

Jennah memeluk bonekanya, memanggil dengan takut, "Tante Mirae."

Melihat itu, hatiku terasa sakit. Yang lebih membuatku gelisah adalah ketika Alden menerima tugas dinas ke luar kota selama dua hari. "Mirae, dua hari ini tolong jaga Jennah."

Mirae menyetujuinya dengan patuh, tetapi setelah Alden pergi, sikapnya berubah total. Dia menyuruh Jennah membawakan air dan melakukan ini itu untuknya. Bukan hanya tidak memasak, bahkan saat membeli makanan pun dia hanya memesan untuk dirinya sendiri.

Hingga malam, Jennah tidak makan sedikit pun. Dia meringkuk di sudut rumah dengan mata berkaca-kaca karena lapar.

Dia masih terlalu kecil, tidak tahu bagaimana menghadapi kekejaman seperti ini. Dia hanya berani bertanya pelan, "Tante tahu nggak Mama di mana? Aku kangen Mama ...."

Mirae tertawa sinis. "Ibumu sudah nggak menginginkanmu lagi. Mulai sekarang, sebaiknya kamu patuh. Kalau nggak, kamu akan merasakan akibatnya!"

Jennah tertegun. Rasa takut dan sedih membanjiri hatinya, akhirnya dia tak bisa menahan tangis. "Kamu bohong, Mama nggak mungkin meninggalkanku ...."

"Berisik sekali, diam!" Mirae berteriak kesal. Melihat Jennah tidak berhenti menangis, dia berlari mendekat untuk membekap mulutnya.

Jennah ditangkap, dalam kepanikan dia menggigit lengan Mirae. Mirae menjerit kesakitan dan menampar Jennah hingga tubuh kecil itu terhuyung.

Di depan mataku yang dipenuhi ketakutan, Jennah terjatuh ke belakang. Kepalanya membentur sudut meja yang keras. Tubuh kecilnya merosot ke lantai, darah perlahan mengalir keluar.

Mirae membelalakkan mata, terpaku di tempat. Sementara aku menjerit histeris, berlutut di samping Jennah, menangis dengan putus asa. Tanganku berulang kali mencoba meraih tubuhnya, tetapi semuanya sia-sia.

Aku hanya bisa menyaksikan ketika Mirae mengenakan sarung tangan setelah kembali tenang. Dia membersihkan darah, lalu mengganti pakaiannya dengan pakaianku, memasukkan Jennah ke koper dan membuangnya di hutan pinggiran kota yang sepi.

Dia mencungkil mata Jennah, menghancurkan wajahnya dengan batu, lalu menyiram seluruh tubuhnya dengan cairan asam yang kuat untuk menghapus semua jejak.

Aku tidak percaya, seorang wanita yang sedang hamil bisa melakukan kekejaman seperti ini pada seorang anak kecil. Mirae benar-benar berhati iblis!

Setelah melakukan semua itu, Mirae membakar sarung tangan dan pakaiannya, lalu mengirim pesan kepada Alden.

[ Julie tadi pulang dan memaksa membawa Jennah pergi. ]

Alden pun benar-benar memercayainya, mengira aku menggunakan anak sebagai alat untuk menghindari perceraian. Sejak awal sampai akhir, dia tidak pernah mencurigai Mirae sama sekali.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Wanita Simpanan Pembunuh Anakku   Bab 11

    Saat diinterogasi polisi, Mirae awalnya masih menyangkal, bahkan berusaha memanipulasi emosi mereka. "Aku ini calon ibu, mana mungkin aku membunuh seorang anak sekejam itu?"Namun, di hadapan bukti yang tak terbantahkan, dia tidak bisa lagi berkilah. Polisi menemukan rekaman CCTV di sepanjang rute perjalanannya dan juga koper yang dia buang. Setelah diuji, pada koper itu terdapat DNA miliknya.Setelah penyelidikan lebih lanjut, polisi secara tak terduga menemukan bahwa Mirae bukan hanya terlibat dalam satu kasus.Sepuluh tahun lalu, Mirae dan Alden putus karena perbedaan pandangan. Alden menjadi dokter forensik, sementara Mirae pergi ke luar negeri untuk belajar.Di luar negeri, dia terjerumus dalam kehidupan gemerlap, dipengaruhi hingga menyimpang, dan bergabung dengan organisasi penipuan. Dalam beberapa tahun terakhir, dia terlibat dalam ratusan kasus penipuan. Dari sekadar menipu uang hingga menyebabkan kematian. Sejak awal, dia telah kehilangan moral dan hati nurani.Baru setelah h

  • Wanita Simpanan Pembunuh Anakku   Bab 10

    Mirae tidak jadi pergi dan segera tertidur lelap. Alden telah mencampurkan obat tidur ke dalam air minumnya.Kemudian, dia pergi memeriksa rekaman CCTV kompleks. Dalam rekaman itu, dia melihat Mirae yang mengenakan pakaianku sedang menyeret sebuah koper.Dia mengira bisa mengelabui orang dengan memakai pakaianku, tetapi lupa bahwa Alden sangat mengenalku dan dirinya.Dugaan paling mengerikan itu ... tampaknya menjadi kenyataan.Alden tertawa pelan di depan layar, semakin lama semakin keras, hingga akhirnya tertawa sambil menangis."Kenapa aku bisa sebodoh ini ... membawa pulang seorang pembunuh dengan tanganku sendiri ...," katanya sambil beberapa kali menampar wajahnya sendiri. "Alden, kamu benar-benar bajingan bodoh!"Aku menatapnya dengan dingin, dalam hati berkata bahwa kamu memang bodoh.Alden menyalin rekaman CCTV itu, lalu kembali ke rumah dan menatap Mirae sampai fajar menyingsing.Pagi harinya, kantor polisi mengirimkan hasil pencocokan DNA. Di atasnya tertulis dengan jelas ko

  • Wanita Simpanan Pembunuh Anakku   Bab 9

    Saat Alden pulang ke rumah, wajahnya penuh bekas air mata, ekspresinya linglung.Mirae terkejut, menggenggam ujung bajunya dengan gugup. "Alden, ka ... kamu kenapa? Apa ada perkembangan dalam kasus anak itu?"Dia sedang menguji pria itu.Alden menggeleng dengan kaku.Mirae menghela napas lega, tetapi detik berikutnya dia mendengar Alden berkata. "Tapi ... Julie ... dia sudah meninggal.""Apa?!" Mirae berteriak kaget, tampak benar-benar terkejut.Air mata Alden kembali menetes. "Semua salahku, semuanya salahku."Melihatnya begitu menyalahkan diri dan diliputi kesedihan, mata Mirae dipenuhi rasa tidak rela dan iri."Dia mati karena nasib buruk, apa hubungannya denganmu? Alden, sekarang kamu bisa menikah denganku." Mirae berkata sambil hendak memeluknya, tetapi langsung didorong menjauh.Alden menatapnya dengan tak percaya. "Julie sudah mati, diperkosa lalu dibunuh! Gimana kamu bisa mengatakan hal seperti itu?"Mirae pun sadar perkataannya salah, buru-buru mencoba memperbaiki. "Aku ... ak

  • Wanita Simpanan Pembunuh Anakku   Bab 8

    "Nggak, nggak mungkin ...." Alden menatap cincin itu, mulutnya terus mengulang tanpa sadar. "Aku pasti salah ingat, nggak mungkin dia ...."Keanehannya menarik perhatian rekan-rekannya. "Alden, kamu kenapa?"Alden tiba-tiba melepaskan tangannya, lalu berlari ke kejauhan dan muntah hebat.Lima menit kemudian, dia kembali ke lokasi dengan masker terpasang. Matanya memerah, tangannya tak lagi stabil.Saat itu, dia masih menyimpan harapan tipis, menolak mengakui bahwa itu adalah jenazahku.Sampai akhirnya polisi menemukan dompetku yang tak sengaja terjatuh .... Di dalam dompet itu tidak banyak uang tunai, tetapi ada identitas penting.Saat kartu identitas dikeluarkan, semua orang pun terdiam. Tatapan mereka tertuju pada Alden, penuh keterkejutan dan rasa tidak tega."Kalian ... kenapa lihat aku begitu?" Alden pura-pura santai, tetapi suaranya bergetar. "Lanjutkan penyelidikan.""Kak Alden ...." Seseorang menyerahkan kartu identitas itu kepadanya. "Kamu ... yang tabah ya."Hening yang panja

  • Wanita Simpanan Pembunuh Anakku   Bab 7

    Malam itu, Alden dan Mirae berbaring di satu ranjang, tetapi untuk pertama kalinya mereka tidur saling membelakangi. Keduanya terjaga dalam gelap, masing-masing dengan pikiran mereka sendiri.Di mata Mirae tampak kegelisahan dan kecemasan, sedangkan Alden .... Aku tidak bisa memahami apa yang dia pikirkan.Keesokan harinya, begitu sampai di kantor polisi, seorang rekan buru-buru memanggilnya. "Ada seorang gadis muda datang melapor, katanya dia diperkosa sopir taksi. Kamu perlu melakukan pemeriksaan luka."Aku yang mengikuti dari belakang langsung terkejut.Setelah diperiksa, gadis itu memang mengalami kekerasan seksual. Menurut pengakuannya, dia dibius di dalam taksi, lalu dibawa ke pinggiran kota. Saat terbangun, sopir itu sedang menindihnya. Dia meraih sebuah batu di dekatnya, memukul sopir itu hingga pingsan, lalu melarikan diri.Namun, ketika polisi tiba di lokasi, sopir itu sudah menghilang.Mendengar ceritanya, aku hampir bisa memastikan, itu adalah sopir taksi yang memerkosa dan

  • Wanita Simpanan Pembunuh Anakku   Bab 6

    Alden mengatupkan bibir, lalu mengetik beberapa baris dan mengirimkannya.Aku mendekat dan melihat isi pesannya.[ Julie, jangan bikin masalah lagi, cepat pulang untuk urus perceraian kita. Kita pisah baik-baik. ][ Berikan hak asuh Jennah kepadaku, aku akan memberikan kehidupan yang lebih baik untuknya. Kamu juga bisa datang menemuinya kapan saja. ]Omong kosong! Aku menggertakkan gigi dengan kesal. Semua ini terjadi karena kamu membawa serigala ke dalam rumah, sampai putriku mati setragis ini!Alden menunggu lama, tetapi tidak ada balasan sama sekali. Wajahnya semakin muram.Saat pulang ke rumah, begitu masuk, Alden langsung melihat beberapa kantong besar tergeletak di depan pintu. Semua yang ada di dalamnya adalah pakaian dan barang-barang milikku."Mirae, ini ...." Mirae sedang mengeluarkan kantong terakhir. Mendengar itu, dia mengeluh, "Alden, pakaianku sudah nggak muat lagi. Lagi pula, Julie cepat atau lambat akan cerai denganmu. Barang-barang ini juga nggak ada gunanya, lebih ba

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status