Keheningan di dalam ruang interogasi itu terasa lebih menyesakkan daripada suara desing peluru. Tiago Leander, sang patriark yang selama puluhan tahun memegang kendali atas nasib ribuan orang, berdiri mematung. Matanya yang tajam, yang biasanya menyimpan rahasia dunia, kini terkunci pada map folder di tangan putranya. Tiago adalah seorang pragmatis ulung; dia tahu betul bahwa jika data korupsi dan bukti pembunuhan itu jatuh ke tangan pers, dinasti Leander bukan hanya akan kehilangan kehormatan, tapi akan runtuh hingga ke fondasinya. Tiago menghela napas, sebuah embusan panjang yang seolah mengeluarkan seluruh sisa kebijaksanaannya. Dia menoleh ke arah Kaeragha yang terikat, lalu menatap putranya dengan pandangan yang sulit diartikan—campuran antara kekecewaan mendalam dan rasa hormat yang enggan ia akui. "Kaeragha," suara Tiago memecah kesunyian, dingin seperti es. "Aku memberimu segalanya. Posisi, kekuasaan, dan perlindungan keluarga. Tapi kau menggu
اقرأ المزيد