Malam sebelumnya, setelah panggilannya dengan Dokter Nabil berakhir, Raka kembali ke ruang tunggu IGD untuk berpamitan kepada Sena sebelum akhirnya menuju hotel dan beristirahat.Kini, pagi Jakarta menyambutnya dengan cahaya matahari yang menembus tirai kamar hotel. Suara kendaraan terdengar samar dari luar jendela, sementara di atas meja masih tergeletak koper yang belum sepenuhnya dibuka.Raka berdiri di dekat jendela sambil memegang ponselnya di telinga.“Halo… selamat siang,” ucapnya begitu panggilan tersambung.“Siang, siapa ini?” tanya seorang pria dari seberang telepon.“Saya Raka Alisteir,” jawab Raka. “Dokter spesialis yang akan bekerja di Nusantara Medical Center.”“Oh, Dokter Raka.” Nada suara pria itu langsung berubah ramah. “Saya Dirga, direktur utama rumah sakit.”“Baik, Pak Dirga,” ucap Raka sopan. “Saya ingin menanyakan proses masuk kerja. Apakah ada hal yang perlu saya siapkan?”“Tidak ada yang terlalu khusus,” jawab Dirga santai. “Hanya saja, akan ada acara perkenala
Read more