"Kau melakukannya untuk menyelamatkan dirimu sendiri, Arkana!" teriakku pelan, air mata frustrasi yang murni akhirnya mengalir di sudut mataku, merusak riasan tegas yang kupasang sejak subuh. "Kau takut buku harian digital itu sampai ke meja hakim! Kau takut seluruh dunia tahu siapa eksekutor sebenarnya dari kehancuran hidupku!""Maka biarkan dunia tahu setelah aku selesai memilikimu hari ini, Anindya," bisiknya parau, sepasang matanya memancarkan gairah gelap yang meluap, terpicu oleh kebrutalan emosi di antara kami.Ia tidak memberiku ruang lagi untuk bernapas atau memikirkan para jurnalis yang mungkin masih berada di luar koridor. Arkana membungkam bibirku dengan ciuman yang brutal, lapar, dan sarat akan tuntutan penyerahan diri yang absolut. Lidahnya menjelajah dengan paksa, menghancurkan seluruh pertahanan psikologis dan logikaku dalam hitungan detik. Aku mengerang rendah di dalam tenggorokannya, meronta di bawah kungkungannya dengan sisa kekuatan yang kupu
Dernière mise à jour : 2026-05-28 Read More