“Nggak perlu, aku bisa makan sendiri,” tolak Emma.“Ya iyalah lo makan sendiri, siapa juga mau suapin.”“Ledek terus!” “Udah, nggak usah banyak alasan. Temani gue makan siang. Ok?”“Gimana dengan teman-temanmu?” tanya Emma ragu.“Mereka nggak punya hak untuk ngatur gue makan di mana dan sama siapa.”Emma akhirnya mengalah, lagian Kai bukan monster yang mengerikan. “Ok, kita makan siang bareng.”Kai tersenyum puas. Awalnya dia ingin mengajak ke kantin. Namun, bayangan sudut ruangan tempat The Crown nongkrong langsung muncul di kepalanya.Arsen pasti bakal nyeletuk macam-macam, tapi dia kenal Arsen. Cowok itu memang paling banyak cakap, tapi tidak sekejam yang orang kira selama ini.Raka? Jangan ditanya.Belum lagi tatapan orang-orang. Emma bakal jadi pusat perhatian satu kantin. Dia tidak mau kejadian yang lalu terulang kembali.Kai mengacak rambut frustrasi.“Yaudah, ke ruangan gue aja.”Emma berkedip. “Ruangan?”“Hm.”“Ruangan apa? Ruang pribadi?”Kai mengangguk santai seakan itu h
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-05-11 อ่านเพิ่มเติม