"Pagi, Neng," sapa Bu Indah ramah, begitu melihat Rosa keluar dari kamarnya."Pagi, Bu," balas Rosa sambil tersenyum tipis."Ini Ibu bawakan sarapan, lontong sayur yang dulu paling sering Neng cari," kata Bu Indah sambil cekatan memindahkan lontong itu ke dalam mangkuk.Rosa mendekat, matanya berbinar haru. "Terima kasih banyak, Bu. Ibu ternyata masih ingat kesukaanku.”"Ayo, Bu, kita sarapan bareng," ajak Rosa."Ibu sudah sarapan tadi, nemenin Bapak. Oh ya, hari ini jadwalnya panen semangka.""Wah, kayaknya seru tuh, Bu! Aku boleh ikut ke ladang?" tanya Rosa antusias.Bu Indah tersenyum. "Boleh, Neng. Nanti berangkatnya bareng Ibu, ya?""Siap, Bu," sahut Rosa, lalu mulai menyuap lontongnya menikmati sarapan pagi itu.Di sela-sela makannya, Rosa terdiam sejenak sebelum akhirnya bertanya pelan."Bu, gimana urusan Satria sama istrinya?"Bu Indah menghela napas, tangan beliau yang tadinya sibuk kini berhenti. "Nggak usah kamu pikirkan, Neng. Hal kayak begitu mah sudah biasa. Ibu seben
Last Updated : 2026-06-12 Read more