"Kevin! Kamu keterlaluan!" Wike berdiri dari kursinya hingga benda itu bergeser kasar dan menimbulkan suara berdecit yang nyaring. Wajahnya merah padam, menahan malu sekaligus amarah yang memuncak. "Jaga bicaramu! Ada Oliv di sini!"Sementara itu, Olivia hanya bisa terpaku. Air mata yang sejak tadi ditahannya kini luruh, membasahi pipinya yang dipoles riasan mahal. Ia menatap Kevin dengan pandangan tidak percaya."K-Kev... kamu bercanda, kan?" suara Olivia bergetar hebat. Ia mencoba meraih tangan Kevin di atas meja, namun Kevin dengan cepat menarik tangannya menjauh. "Kita sudah bicarakan ini, Kevin. Keluarga kita sudah setuju. Kenapa tiba-tiba kamu kayak gini?""Ini tidak tiba-tiba, Oliv," jawab Kevin, suaranya tetap rendah dan stabil, kontras dengan kepanikan dua wanita di hadapannya. "Sejak awal, aku sudah bilang sama Mama kalau aku menolak perjodohan ini. Dan aku juga pernah bilang sama kamu, hubungan kita dipaksakan.""Kevin! Diam!" bentak Wike lagi, dadanya kembang kempis.
Last Updated : 2026-06-17 Read more