Rosa kembali menatap Bima, senyumnya semakin lebar. "Ayo, Sayang. Kita sudah terlambat," ajak Rosa dengan nada suara yang sengaja dibuat semanis mungkin, seolah insiden tadi hanyalah angin lalu."Eh, i... iya. Ayo," jawab Bima gagap. Ia sempat melirik Sarah sekilas, sebuah tatapan peringatan yang penuh ketakutan, sebelum membukakan pintu mobil untuk Rosa.Di belakang mereka, Sarah berdiri mematung dengan kepalan tangan yang mengeras. Matanya menyalang tajam menatap punggung Rosa. “Awas kamu, Rosa. Nikmati kemenangan kecilmu sekarang. Aku akan membuatmu menangis bersimpuh di kakiku, dan saat itu terjadi, Bima sudah akan sepenuhnya menjadi milikku,” maki Sarah dalam hati.Di dalam mobil, suasana yang biasanya tenang kini pecah oleh suara Rosa. Ia tampak jauh lebih ceria dari biasanya, namun keceriaan itu justru membuat Bima semakin berkeringat dingin."Siapa nama perempuan tadi? Gigih sekali dia mengejarmu," tanya Rosa sambil memperbaiki posisi duduknya."Eh, kalau tidak salah namany
Last Updated : 2026-05-24 Read more