Ira baru saja selesai merapikan mejanya ketika pintu kamarnya diketuk. Begitu dibuka, ia terkejut melihat Rosa berdiri di depan pintu dengan rambut masih sedikit basah, mengenakan kemeja kebesaran pria.“Rosa?!” serunya kaget. “Astaga, kamu dari mana? Kok bajumu, itu siapa yang punya?”Rosa menunduk malu, lalu masuk ke kamar setelah Ira menariknya. Ia duduk di tepi ranjang, wajahnya sembab meski sudah berusaha terlihat tenang.Ira menyipitkan mata. “Rosa, jangan bikin aku nebak-nebak. Ceritain semuanya. Kamu habis nangis, kan?”Rosa menghela napas panjang. Ia menatap sahabatnya itu dengan mata berkaca-kaca. Untuk sesaat ia ragu, tapi akhirnya bibirnya terbuka.“Ira, aku memergoki Bima selingkuh.”Ira membelalakkan mata. “Apa?!”Air mata Rosa kembali jatuh. “Aku datang ke apartemennya bawa bahan masakan, mau bikin kejutan. Ternyata aku yang dikasih kejutan. Dia tidur sama perempuan lain, di depan mataku.”Ira terdiam, lalu memeluk Rosa erat-erat. “Astaga, Rosa, kenapa kamu harus nga
Last Updated : 2026-04-25 Read more