"Kevin, kamu nggak bisa memutuskan semuanya secara sepihak! Mau ditaruh dimana muka Mama?!"Suara Wike meninggi, memecah keheningan ruang keluarga malam itu. Napasnya memburu, matanya menatap tajam ke arah Kevin. Di sebelahnya, Indra, sang suami, hanya bisa memijat pelipisnya perlahan, sementara Lita, si anak sulung, melipat tangan di dada sambil menyimak ketegangan yang terjadi.Kevin mengepalkan tangan di dalam saku celananya, berusaha menahan emosi. "Ma, dari awal aku sudah bilang kalau aku tidak setuju dengan perjodohan ini. Aku sudah mencoba jalani, mencoba untuk mencintai Olivia, tapi tetap nggak bisa. Tolong pahami itu.""Omong kosong dengan cinta!" Wike mengibaskan tangannya di udara, meremehkan. "Cinta itu bisa datang belakangan setelah menikah, Kevin! Yang penting itu bibit, bebet, bobotnya!""Sudahlah, Ma. Jangan memaksa Kevin. Pernikahan itu dia yang menjalani, biarkan dia memilih jodohnya sendiri." Indra akhirnya membuka suara, mencoba menjadi penengah sebelum tensi ruan
Last Updated : 2026-06-19 Read more