"Aaargh!" Kang Epen terlonjak begitu melihatku berdiri di samping ranjang memerhatikannya. "Ngapain kamu di sini?" "Penasaran, pengen liat orang cakep kalau bangun tidur gimana? Ternyata bisa belekan sama ileran juga." Aku nyengir. Dia langsung menyeka sudut bibirnya dan beringsut menjauhi. "Udah gila kamu, ya! Pergi san--aaargh!" Sejurus kemudian Kang Epen langsung memegangi kepala. "Nah, nah, pusing, kan? Mabok, sih semalem. Nggak boleh gitu lagi, ya, Kang. Khamr itu harom, bisa merusak akal!" Dia mendecih, lalu mengalihkan pandangan pada nakas di sampingku. Ada nampan berisi makanan dan minuman di sana. "Apa itu?" "Teh Jasmine-Madu sama Sayur Sop. Kata Simbok ini bisa meredakan pengar setelah kobam." Dia loading sejenak, lalu mengulurkan tangan. "Bawa sini!" Aku menurut, lalu meletakan nampan tersebut di sisi lain ranjang. Tenang, Gaes. Kasur orang kaya tak akan meleyot walau diguncang gempa buatan. Jadi, bisa dipastikan teh dan sop-nya aman. "Tiati pa
Last Updated : 2026-05-21 Read more