Ishrina tahu semua orang sedang memperhatikannya sekarang.Tatapan Kaisar, Ratu, Axion, Kallias, Iris, hingga para pelayan yang berdiri di sepanjang dinding ruangan tertuju padanya. Namun untuk pertama kalinya malam itu, ia tidak peduli. Jika sebelumnya ia masih berusaha menjaga sikap demi menghormati tamu yang hadir, kini kesabarannya benar-benar habis.Gunung Endless bukan sekadar sebidang tanah.Itu adalah warisan terakhir yang ditinggalkan kakeknya untuk dirinya. Tempat yang bahkan selama bertahun-tahun tidak pernah ia sentuh karena menganggapnya sebagai satu-satunya hal yang masih benar-benar menjadi miliknya.Lalu sekarang, di depan seluruh meja makan, ia baru mengetahui bahwa wilayah itu telah dijadikan bagian dari kesepakatan pernikahan orang lain.“Kita bisa membicarakannya nanti, Ishrina.”Count Arlis akhirnya membuka suara setelah keheningan yang panjang. Wajah pria itu terlihat tegang, jauh berbeda dari ketenangannya beberapa saat sebelumnya.“Sekarang bukan waktu yang tep
Last Updated : 2026-05-31 Read more