Count Arlis langsung melangkah maju begitu suasana di lorong terasa semakin tidak terkendali. Wajah pria itu terlihat menegang sekarang, jelas berusaha menghentikan percakapan yang sejak tadi semakin berbahaya.“Cukup, Ishrina,” ucapnya tegas. “Jangan membuat Yang Mulia Grand duke salah paham.”Tatapan Count kemudian beralih pada Kallias yang masih berdiri diam dengan surat dari Kerajaan Ishtar di tangannya.Dan meskipun pria itu berusaha terlihat tenang, kegugupan di wajahnya tetap terlihat jelas.“Yang Mulia,” lanjut Count hati-hati, “saya tidak mungkin menyetujui hal seperti itu. Anda tidak perlu khawatir.”Kalimatnya membuat Ishrina perlahan menoleh ke arah ayahnya. Tatapan wanita itu langsung berubah dingin.Karena tentu saja. Pada akhirnya pria itu tetap akan memilih Kallias. Tetap akan takut pada Grand Duke dibanding memikirkan dirinya sendiri.Bahkan sekarang pun Count Arlis buru-buru menyangkal semuanya demi menenangkan pria tersebut. Seolah dirinya hanyalah barang yang bisa
Last Updated : 2026-05-26 Read more