Kalimat itu membuat napas Ishrina tercekat sesaat, dan ia benar-benar terdiam di tempatnya. Ishrina hampir tidak mendengar apa pun selain detak jantungnya sendiri.Karena ucapan Axion tadi terlalu tiba-tiba.“Yang Mulia…” suara Ishrina terdengar pelan, nyaris seperti bisikan. “Anda baru saja meminta saya menjadi putri mahkota.”Axion menarik sudut bibirnya tipis.Pria berambut emas itu tetap terlihat tenang seperti biasanya, seolah dirinya tidak baru saja mengucapkan sesuatu yang bisa mengguncang seluruh kekaisaran.“Dan kau,” ucapnya perlahan, “baru saja mengumumkan dirimu sebagai pasangan calon penguasa kekaisaran di depan seluruh bangsawan.”Ishrina langsung terdiam, karena dirinya memang mengatakan hal itu tadi.Namun saat itu dirinya hanya ingin membalas Iris. Ia hanya tidak ingin terus dipandang rendah seperti sebelumnya. Ishrina sama sekali tidak berpikir situasi akan berkembang sejauh ini.Axion masih menggenggam tangannya, genggaman itu terasa terlalu tenang sampai membuat Is
Last Updated : 2026-05-24 Read more