Sungai yang dimaksud Udin membentang lebar di pinggir desa, menjadi batas alami antara kampung mereka dan kampung di seberangnya. Airnya mengalir tenang, sebening kaca, memperlihatkan dasar sungai yang dipenuhi batu-batu bulat berlumut hijau. Sesekali ikan-ikan kecil melesat di sela-sela arus, menciptakan riak halus yang berkilauan diterpa cahaya matahari siang.Bagi warga sekitar, sungai itu bukan sekadar tempat mencari ikan.Setiap pagi hingga sore, tempat itu selalu hidup.Anak-anak mandi sambil berteriak riang, para lelaki mencari ikan atau memasang bubu, sedangkan kaum perempuan datang membawa bakul berisi pakaian kotor. Suara tawa, percikan air, dan bunyi kain dipukul ke batu menjadi irama yang sudah akrab di telinga siapa pun yang tinggal di desa itu.Ujang dan Udin menuruni jalan setapak menuju tepian sungai.Di pundak mereka tergantung joran bambu yang sudah bertahun-tahun menemani hobi memancing sejak masih kecil.“Akhirnya mancing lagi,” kata Ujang sambil meregangkan bahunya
Read more