Setelah perut kenyang oleh sate yang masih menyisakan aroma asap dan lemak panggang, serta tenggorokan sedikit hangat karena arak yang beredar dari tangan ke tangan, suasana di pos ronda perlahan mulai sepi. Satu per satu warga berpamitan lalu pulang ke rumah masing-masing. Suara sandal yang menyeret tanah dan ucapan selamat malam segera menghilang ditelan gelapnya kampung.Tak lama kemudian, hanya tersisa Pak RT, Ujang, Udin, Parto, Anjani, dan Tante Marni.Mereka bergotong royong membereskan sisa acara. Piring-piring kertas yang sudah berminyak dikumpulkan ke dalam kantong sampah besar. Bara yang mulai padam masih mengeluarkan asap tipis yang berbau hangus.Namun di balik kesibukan sederhana itu, beberapa orang menyimpan kegelisahan masing-masing.Parto berkali-kali melirik ke arah Ujang.Ada sesuatu yang sejak tadi mengganjal pikirannya. Ia ingin bertanya langsung mengenai rahasia yang selama ini disembunyikannya. Sayangnya, ia sama sekali tidak ingin Udin mengetahui pembicaraan itu
Read more