Dua hari setelah menemui dokter pertama, Anindya kembali membuka map cokelat yang diberikan Pak Surya. Di dalamnya masih terdapat beberapa nama dokter yang pernah menangani Arkana setelah kecelakaan itu.Anindya menghela napas pelan. Kalau dokter pertama mengatakan bahwa kejadian seperti yang dialami Arkana "mungkin" terjadi, berarti masih ada sesuatu yang belum ia pahami. Dan Anindya bukan tipe orang yang berhenti sebelum mendapatkan jawaban.Dokter kedua adalah seorang spesialis bedah saraf yang kini menjabat sebagai kepala departemen di sebuah rumah sakit ternama. Mendapat jadwal bertemu dengannya saja tidak mudah.Untungnya, melalui bantuan Pak Surya, Anindya berhasil memperoleh waktu konsultasi singkat di sela-sela jam praktik.Begitu duduk di hadapan dokter tersebut, Anindya langsung memperkenalkan diri."Selamat siang, Dok.""Silakan duduk, Nona Wijaya."Dokter itu tampak mengenali nama keluarganya. Namun raut wajahnya tetap profesional. "Ada yang bisa saya bantu?"Anindya meng
Read More